Berita
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Filipina Kenakan Safeguard Mobil Indonesia, Mendag Layangkan Keberatan

A+
A-
1
A+
A-
1
Filipina Kenakan Safeguard Mobil Indonesia, Mendag Layangkan Keberatan

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Perdagangan melayangkan keberatan atas sikap Filipina yang akan mengenakan bea masuk atas tindakan pengamanan sementara (BMTPS) atau safeguard atas mobil impor asal Indonesia.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Filipina seharusnya memiliki bukti kuat sebelum memberlakukan kebijakan tersebut. Bukti tersebut haruslah menunjukkan industri domestik Filipina mengalami kerugian serius akibat mobil impor asal Indonesia.

"Kami akan terus melakukan berbagai langkah dan upaya agar Indonesia terbebas dari pengenaan BMTPS ini," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Bebas Pajak, Impor Vaksin Covid-19 Harus Lewat Jalur Khusus

Lutfi mengaku telah menerima informasi dari Kementerian Perdagangan dan Industri (DTI) Filipina mengenai rencana pengenaan BMTPS selama 200 hari sejak dikeluarkannya customs order Filipina. Custom order tersebut diperkirakan terbit pada bulan ini.

Produk Indonesia yang terancam terkena safeguard yakni mobil penumpang/kendaraan (passenger cars/vehicles, AHTN 8703) dan kendaraan komersial ringan (light commercial vehicles, AHTN 8704).

Indonesia dikenakan BMTPS untuk produk mobil penumpang/kendaraan dalam bentuk cash bond sekitar Rp20 juta/unit tetapi dikecualikan untuk produk mobil penumpang impor dalam bentuk completely knocked-down.

Baca Juga: Masuk Daftar Negara Suaka Pajak, Pemerintah Janji Lakukan Reformasi

Lalu, mobil penumpang impor berbentuk semi knocked-down; kendaraan bekas; serta kendaraan untuk tujuan khusus seperti ambulans, kendaraan jenazah, kendaraan listrik, dan kendaraan mewah dengan harga di atas USD25.000 (free on board).

Indonesia juga dikecualikan/tidak menjadi subjek BMTPS untuk produk kendaraan kendaraan komersial ringan. Untuk itu, Lutfi berharap Filipina memikirkan ulang kebijakan safeguard tersebut karena pertumbuhan mobil juga menjadi produk ekspor andalan Indonesia.

"Karena instrumen ini pada dasarnya hanya dapat digunakan sebagai tindakan pengamanan darurat pada lonjakan impor yang diakibatkan hal-hal yang tidak terduga dan mengakibatkan kerugian serius pada industri domestik," ujarnya.

Baca Juga: Pengusaha Properti Minta Insentif Bea Meterai Diperpanjang

Sementara itu. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menilai pemerintah sudah mengambil langkah terhadap kebijakan pemerintah Filipina tersebut. Dia menilai argumen otoritas Filipina dalam pengenaan BMTPS itu sangat lemah dan tidak sejalan dengan kesepakatan WHO.

"Kami telah menyampaikan keberatan dan pembelaan tersebut secara formal," katanya.

Filipina memulai penyelidikan safeguard pada 17 Januari 2020 berdasarkan permohonan dari Philippine Metal Workers Alliance (PMA). PMA mengklaim mengalami kerugian serius akibat lonjakan impor otomotif pada periode 2014-2018.

Baca Juga: Wah, Negara Bagian Ini Bakal Hapus PPh OP dalam 10 Tahun

Namun menurut catatan BPS, nilai ekspor mobil penumpang Indonesia ke Filipina pada 2017-2019 mengalami fluktuasi. Pada 2017, nilai ekspornya US$1,20 miliar, tetapi turun pada 2018 US$1,12 miliar, dan sedikit naik pada 2019 menjadi US$1,13 miliar. (rig)

Topik : bea masuk tindakan pengamanan, BMTP, mobil Indonesia, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 23 Februari 2021 | 13:39 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 23 Februari 2021 | 12:45 WIB
PP 9/2021
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:30 WIB
PP 7/2021
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:15 WIB
PP 7/2021
berita pilihan
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:23 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:13 WIB
KABUPATEN PURBALINGGA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:30 WIB
DOMINIKA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:00 WIB
INGGRIS