Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

DJP Sebut Kepatuhan Formal WP di 2 Daerah Ini Paling Rendah Se-Jateng

A+
A-
1
A+
A-
1
DJP Sebut Kepatuhan Formal WP di 2 Daerah Ini Paling Rendah Se-Jateng

Ilustrasi. (DDTCNews)

SOLO, DDTCNews – Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Jawa Tengah II menyebutkan terdapat dua daerah dengan kinerja kepatuhan wajib pajak paling rendah sepanjang 2020.

Kepala Kanwil DJP Jateng II Rudy Gunawan Bestari mengatakan tingkat kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Purbalingga menjadi yang paling rendah di Jateng. Menurutnya beberapa faktor menjadi penyebab anjloknya kepatuhan di daerah tersebut.

"Saya meyakini tidak ada wajib pajak yang berniat untuk tidak membayarkan kewajibannya. Kalau toh tidak terbayar, pasti ada berbagai faktor yang memengaruhi, seperti penurunan omzet usaha atau mungkin lupa dan sebagainya," katanya, dikutip Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Tinggal 26 Hari! ASN Diimbau Lapor SPT Tahunan Melalui e-Filing

Rudy memaparkan tingkat kepatuhan yang rendah di Purbalingga dan Cilacap salah satunya karena pandemi Covid-19 yang membuat kegiatan usaha menurun. Untuk itu, upaya alternatif dilakukan otoritas untuk mencari sumber penerimaan baru.

Meski begitu, tidak semua sektor usaha di wilayah Jateng II tertekan pandemi. Beberapa sektor usaha justru mendapatkan keuntungan di antaranya sektor usaha jamu dan obat meningkat pada tahun lalu. Hal yang sama juga terjadi pada jasa pengiriman barang.

"Produk seperti jamu, obat-obatan, makanan, minuman, jasa pengiriman banyak yang mengalami peningkatan omzet penjualan dan kita sedang mendalami hal tersebut untuk memaksimalkan capaian pajak," ujar Rudy.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Mereda, Jadwal Operasional Kantor Pajak Mulai Normal

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Cilacap Atmo menambahkan penggunaan layanan digital yang minim juga menjadi penyebab kepatuhan formal rendah. Menurutnya, sebagian besar wajib pajak di Kabupaten Cilacap tak terbiasa memakai aplikasi e-filing dalam mengisi SPT Tahunan.

Selama ini, lanjutnya, wajib pajak Kabupaten Cilacap sudah terbiasa mendatangi kantor pajak untuk mengisi SPT secara manual. Alhasil, hal tersebut menjadi masalah karena pandemi Covid-19 justru menghindari kontak langsung.

"Saat kontak langsung pengisian SPT ini ditiadakan, mereka kebingungan. Untuk mengajak mereka memakai sarana online tidak mudah karena terletak di wilayah perbatasan dan tingkat pendidikan masyarakatnya juga tidak sebaik kota besar lainnya," tutur Atmo seperti dilansir serayunews.com.

Baca Juga: Gelar Pekan Panutan Pajak, Wali Kota Lapor SPT Tahunan

Untuk itu, KPP Pratama Cilacap berencana menggencarkan sosialisasi SPT secara daring menggunakan e-filing untuk meningkatkan kepatuhan formal 2021. (rig)

Topik : pandemi Covid-19, layanan digital, kepatuhan formal, wajib pajak, daerah
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Februari 2021 | 15:30 WIB
KOTA PEKANBARU
Jum'at, 26 Februari 2021 | 15:15 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 13:31 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 13:30 WIB
KABUPATEN BOGOR
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:20 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN ASAHAN
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:03 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:30 WIB
LAPORAN KINERJA DJP 2020
Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:19 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Jum'at, 05 Maret 2021 | 11:50 WIB
TRANSFER PRICING