Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Diketahui Hindari Pajak, Facebook Jepang Kena Pungutan Tambahan

4
4

Ilustrasi. (foto: zdnet3.cbsistatic.com)

TOKYO, DDTCNews – Unit Facebook Inc di Jepang diketahui tidak melaporkan penghasilan kena pajak sekitar 500 juta yen (atau setara Rp67,3 miliar) untuk tahun pajak 2016 hingga 2017.

Hal ini dikarenakan remunerasi yang dibayarkan oleh Kantor Facebook Irlandia ke Unit Facebook Jepang lebih rendah dari yang seharusnya. Untuk itu, Biro Perpajakan Regional Tokyo mengenakan Facebook pungutan tambahan senilai lebih dari 100 juta yen atau setara Rp13,4 miliar.

“Kami bekerja sama dengan otoritas perpajakan untuk mematuhi peraturan hukum di setiap negara,” demikian pernyataan Unit Facebook Jepang merespons langkah otoritas sembari mengatakan telah memperbaiki laporan pajaknya dan membayar pungutan tambahan tersebut.

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

Kasus ini dilatarbelakangi oleh pembayaran remunerasi dari Kantor Facebook Irlandia ke Unit Facebook Jepang. Remunerasi tersebut setara dengan total pengeluaran ditambah persentase komisi untuk mendukung bisnis iklan Facebook di Jepang.

Otoritas Pajak Jepang menganggap remunerasi yang diterima itu harus dilaporkan sebagai pendapatan karena unit Facebook Jepang secara efektif menjalankan bisnis iklan di negara tersebut.

Terlebih saat ini Pemerintah Jepang tengah meningkatkan pengawasannya terhadap langkah-langkah penghematan pajak yang diambil oleh perusahaan digital seperti Facebook, Apple Inc, Amazon.com Inc, dan Google LLC.

Baca Juga: Perangi Kejahatan Pajak di Asia Pasifik, OECD Rilis Laporan Baru

Pengawasan tersebut termasuk pendapatan yang disalurkan kepada unit perusahaan di negara lain yang memiliki tarif pajak yang lebih rendah dari pada Jepang. Misalnya, tarif pajak perusahaan yang efektif di Jepang adalah sekitar 30%, sedangkan di Irlandia hanya 12,5%.

Adapun seperti dilansir japantoday, Facebook membuka situs jejaring sosial versi Jepang pada 2008 dan mendirikan unit lokal pada 2009. Setelah beberapa tahun beroperasi, laba bersih yang diperoleh Facebook pada 2018 melonjak menjadi 219 juta yen (atau setara Rp29,4 miliar) dari 11 juta yen (atau setara 1,5 miliar) pada 2017. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Libra Facebook Terancam Ditolak

“Kami bekerja sama dengan otoritas perpajakan untuk mematuhi peraturan hukum di setiap negara,” demikian pernyataan Unit Facebook Jepang merespons langkah otoritas sembari mengatakan telah memperbaiki laporan pajaknya dan membayar pungutan tambahan tersebut.

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

Kasus ini dilatarbelakangi oleh pembayaran remunerasi dari Kantor Facebook Irlandia ke Unit Facebook Jepang. Remunerasi tersebut setara dengan total pengeluaran ditambah persentase komisi untuk mendukung bisnis iklan Facebook di Jepang.

Otoritas Pajak Jepang menganggap remunerasi yang diterima itu harus dilaporkan sebagai pendapatan karena unit Facebook Jepang secara efektif menjalankan bisnis iklan di negara tersebut.

Terlebih saat ini Pemerintah Jepang tengah meningkatkan pengawasannya terhadap langkah-langkah penghematan pajak yang diambil oleh perusahaan digital seperti Facebook, Apple Inc, Amazon.com Inc, dan Google LLC.

Baca Juga: Perangi Kejahatan Pajak di Asia Pasifik, OECD Rilis Laporan Baru

Pengawasan tersebut termasuk pendapatan yang disalurkan kepada unit perusahaan di negara lain yang memiliki tarif pajak yang lebih rendah dari pada Jepang. Misalnya, tarif pajak perusahaan yang efektif di Jepang adalah sekitar 30%, sedangkan di Irlandia hanya 12,5%.

Adapun seperti dilansir japantoday, Facebook membuka situs jejaring sosial versi Jepang pada 2008 dan mendirikan unit lokal pada 2009. Setelah beberapa tahun beroperasi, laba bersih yang diperoleh Facebook pada 2018 melonjak menjadi 219 juta yen (atau setara Rp29,4 miliar) dari 11 juta yen (atau setara 1,5 miliar) pada 2017. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Libra Facebook Terancam Ditolak
Topik : Facebook, penghindaran pajak, Jepang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:33 WIB
EKONOMI GLOBAL
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 15:59 WIB
KEJAHATAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS