Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Jum'at, 24 September 2021 | 12:40 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Diduga Lakukan Penggelapan Pajak, Kantor 2 Perusahaan Media Diperiksa

A+
A-
1
A+
A-
1
Diduga Lakukan Penggelapan Pajak, Kantor 2 Perusahaan Media Diperiksa

Ilustrasi. 

NEW DELHI, DDTCNews - Otoritas pajak India memeriksa kantor 2 perusahaan media karena dugaan penggelapan pajak. Keduanya adalah media cetak Dainik Bhaskar dan televisi regional Bharat Samachar TV (BSTV).

Income Tax Department tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap kantor kedua media tersebut. Otoritas juga melakukan pemeriksaan terhadap karyawan. Telepon seluler Sebagian karyawan juga disita pemeriksa pajak.

Otoritas pajak menuding Dainik Bashkar melakukan penggelapan pajak dengan cara mendirikan perusahaan lain atas nama karyawannya sendiri untuk membukukan biaya yang tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya sehingga menggerus laba yang dilaporkan.

Baca Juga: Lagi, Tenaga Medis Covid-19 Dapat Fasilitas Bebas Pajak Penghasilan

"Dainik Bhaskar beroperasi pada berbagai sektor mulai dari media massa, energi, dan real estate. Seluruh usaha grup diketahui memiliki omzet sebesar INR60 miliar per tahun dan memiliki banyak anak usaha," tulis Income Tax Department dalam keterangan resminya

Seperti dilansir indiatoday.in, Income Tax Department mengaku telah memiliki bukti yang mengindikasikan adanya penggelapan pajak sebesar INR7 miliar atau sekitar Rp1,3 triliun oleh Dainik Bhaskar.

Sebagai informasi, Grup Dainik Bhaskar adalah media cetak berusia 63 tahun yang beroperasi di 12 negara bagian dan menerbitkan 65 edisi koran. Sementara BSTV adalah televisi berbahasa Hindi yang berlokasi di Uttar Pradesh.

Baca Juga: OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 3,7% Tahun Ini

Di sisi lain, pemeriksaan yang dilakukan otoritas pajak tersebut dipandang sebagai aksi pembalasan dari pemerintah terhadap kedua media tersebut yang cenderung kritis terhadap kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi Covid-19.

"Alasan di balik ini [pemeriksaan pajak] kemungkinan besar adalah karena pemberitaan Dainik Bhaskar dan BSTV terhadap buruknya penanganan pemerintah terhadap krisis Covid-19," ujar Head of Reporters Without Border Asia-Pacific Daniel Bastard.

Sejak Perdana Menteri Narendra Modi menjabat pada 2014, banyak media massa yang diperiksa pemerintah dengan tudingan berkait dengan aspek keuangan. (kaw)

Baca Juga: Berlaku Hingga 30 November, Program Pemutihan 11 Jenis Pajak Dimulai

Topik : India, penggelapan pajak, pandemi, Covid-19

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 08 September 2021 | 17:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Eksistensi Pajak pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 08 September 2021 | 11:50 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Menyadari Peran Pajak dalam Program Vaksinasi

Selasa, 07 September 2021 | 15:07 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Perlunya Insentif Pajak dalam Masa Pemulihan Ekonomi

berita pilihan

Minggu, 26 September 2021 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Hadapi Konsensus Global, Strategi Kebijakan Pajak 2022 Mulai Dikaji

Minggu, 26 September 2021 | 09:30 WIB
KANWIL DJP BANTEN

Penerbit Faktur Pajak Fiktif Divonis Denda Rp41,1 Miliar

Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO

'Insentif PPnBM Mobil Tepat Waktunya'

Minggu, 26 September 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Implementasi Konsensus Pajak Global Diprediksi 2024, Ini Kata Kemenkeu

Minggu, 26 September 2021 | 08:00 WIB
RUU KUP

Insentif Pasal 31E UU PPh Mau Dihapus, DPR Tak Satu Suara

Minggu, 26 September 2021 | 07:00 WIB
RUU KUP

DPR Usulkan Perubahan Pasal 32A UU Pajak Penghasilan

Minggu, 26 September 2021 | 06:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Belanja Sosial Tembus Rp268 Triliun, Sri Mulyani Singgung Soal Pajak

Sabtu, 25 September 2021 | 17:00 WIB
SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN 2021 - FIA UB

Membedah Tren Kebijakan Pajak di Masa Pandemi, Ini Catatan Akademisi

Sabtu, 25 September 2021 | 16:00 WIB
RUU KUP

Soal Pajak Karbon, DPR Usulkan Tarif yang Berbeda dari Pemerintah

Sabtu, 25 September 2021 | 15:17 WIB
SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN 2021 - FIA UB

Tren Reformasi Pajak Di Tengah Pemulihan Ekonomi, Ini 5 Sasarannya