Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Demi Turunkan Utang, Masyarakat Diimbau Patuh Bayar Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Demi Turunkan Utang, Masyarakat Diimbau Patuh Bayar Pajak

Ilustrasi. Gedung Kementerian Keuangan. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat untuk patuh membayar pajak demi membantu pemerintah dalam menurunkan posisi utang yang sempat meningkat karena pandemi Covid-19.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak Nufransa Wira Sakti mengatakan pajak diperlukan untuk merealisasikan berbagai program. Tak hanya itu, lanjutnya, pajak juga diperlukan untuk membuat APBN lebih sehat dan berkelanjutan.

"Mudah-mudahan kalau kita semua patuh dan taat pajak, utang bisa kita kecilkan tidak hanya tahun ini, tetapi juga tahun-tahun berikutnya," katanya dalam acara dialog Nyibir Fiskal BKF, dikutip pada Minggu (16/1/2022).

Baca Juga: Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Nufransa menuturkan APBN telah bekerja keras sebagai countercyclical selama pandemi Covid-19. Dalam hal ini, defisit APBN harus diperlebar karena penerimaan pajak sempat menurun. Sebaliknya, kebutuhan belanja justru meningkat.

Dia menilai APBN 2021 menjadi bukti penerbitan utang dapat ditekan karena penerimaan pajak yang melampaui target. Sepanjang 2021, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.277,5 triliun, tumbuh 19%. Realisasi tersebut juga setara dengan 103,9% terhadap target Rp1.229,59 triliun.

Penerimaan berdasarkan jenis pajak juga terus menunjukkan tren pemulihan. Misal, penerimaan pajak penghasilan (PPh) sepanjang 2021 yang tumbuh 17% dari realisasi tahun sebelumnya. Sementara itu, setoran PPN tumbuh 22%.

Baca Juga: Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Dengan penerimaan pajak yang tinggi pula, lanjut Nufransa, pemerintah dapat membatalkan rencana penerbitan utang pada November dan Desember 2021. Total pembiayaan utang pada 2021 mencapai Rp867,4 triliun atau sekitar 30% dari tahun sebelumnya.

"Untuk memberikan supaya [APBN] ini tetap sehat, saya mengimbau masyarakat untuk membayar pajak, supaya bisa menunjang sustainability atau kesinambungan APBN kita," ujarnya.

Di sisi lain, periode penyampaian SPT Tahunan 2021 sudah dimulai. Bagi wajib pajak orang pribadi, pelaporan SPT Tahunan paling lambat 31 Maret 2022 dan untuk wajib pajak paling lambat 30 April 2022.

Baca Juga: Di Negara Ini, Unggah Bukti Transaksi Kena Pajak Bisa Dapat Mobil Baru

Kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan PPh harus dibayar lunas sebelum SPT PPh tersebut disampaikan. (rig)

Topik : pajak, kepatuhan pajak, penerimaan pajak, utang negara, spt tahunan, kemenkeu, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 15 Mei 2022 | 10:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Segera Urus! Program Pemutihan Pajak PBB Bakal Berakhir Bulan Ini

Minggu, 15 Mei 2022 | 09:30 WIB
VIETNAM

Vietnam Susun Desain Reformasi Pajak Hingga 2030

Minggu, 15 Mei 2022 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wajib Pajak yang Tak Merespons SP2DK Berpotensi Diperiksa DJP

Minggu, 15 Mei 2022 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut RI Miliki Reputasi yang Baik Karena Reformasi Pajak

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2