Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Cegah Resesi, Airlangga: Belanja Pemerintah Perlu Rp800 T Tiap Kuartal

A+
A-
0
A+
A-
0
Cegah Resesi, Airlangga: Belanja Pemerintah Perlu Rp800 T Tiap Kuartal

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, DDTCNews—Pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk menghindari ekonomi Indonesia mengalami resesi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi menjadi -5,32% pada kuartal II/2020.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu strategi pemerintah yang akan dilakukan di antaranya memperbesar belanja pemerintah hingga Rp800 triliun untuk setiap kuartal yang tersisa demi menggerakkan ekonomi.

"Dari segi ekonomi dibutuhkan per kuartal minimal Rp800 triliun yang dibelanjakan ke berbagai sektor," katanya melalui konferensi video, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Kebijakan Pajak pada Masa Pemulihan Ekonomi Jadi Krusial, Mengapa?

Menurut Airlangga, pertumbuhan konsumsi pemerintah kuartal II/2020 terkontraksi menjadi -6,9%. Kondisi itu berbanding terbalik dengan kuartal II/2019 yang mencatatkan pertumbuhan 8,32%.

Dengan catatan tersebut, ia berencana mengerek konsumsi pemerintah kuartal III/2020 dengan memperbesar alokasi belanja pemerintah, termasuk mempercepat realisasi stimulus kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp695,2 triliun.

Sekadar informasi, realisasi stimulus kesehatan dan pemulihan pemulihan ekonomi nasional saat ini baru Rp155,7 triliun atau 22,5% dari pagu yang disiapkan. Dengan kata lain, masih ada ruang bagi pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran.

Baca Juga: Pengawasan WP Orang Pribadi dan Isu PPh Final UMKM Terpopuler

Sementara itu, Tim Asistensi Menko Perekonomian Raden Pardede mengatakan target pertumbuhan ekonomi minimal yang ingin dicapai pemerintah adalah 0%, atau positif 0,1% pada kuartal III/2020.

Bila target tersebut terealisasi maka Indonesia akan terhindar dari resesi. Untuk diketahui, suatu negara dapat dikatakan resesi apabila pertumbuhan ekonomi terkontraksi atau negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Target serupa juga berlaku untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020. "Di sepanjang tahun ini, kalau kita bisa mencapai 0% sudah lumayan bagus dibandingkan dengan negara lain," ujar Raden.

Baca Juga: Disetujui Banggar, RUU APBN 2021 Dibawa Ke Rapat Paripurna

BPS sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 mengalami kontraksi menjadi -5,32%. Jika dilihat menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga terkontraksi menjadi -5,51% dan konsumsi pemerintah -6,9%.

Struktur PDB kuartal II/2020 masih didominasi konsumsi rumah tangga sebesar 57,85%. Lalu diikuti PMTB sebesar 30,61%, ekspor 15,69%, konsumsi pemerintah 8,67%, konsumsi LNPRT 1,36%. (rig)

Baca Juga: Banggar Masukkan Klausul Baru Soal Perpajakan Dalam RUU APBN 2021
Topik : menko perekonomian airlangga hartarto, pemulihan ekonomi, belanja pemerintah, resesi, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 23 September 2020 | 16:06 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 23 September 2020 | 15:43 WIB
LATVIA
Rabu, 23 September 2020 | 15:25 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 23 September 2020 | 14:49 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 26 September 2020 | 15:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Sabtu, 26 September 2020 | 14:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 14:15 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Sabtu, 26 September 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN PEMBIAYAAN
Sabtu, 26 September 2020 | 12:01 WIB
KAWASAN INDUSTRI
Sabtu, 26 September 2020 | 11:47 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER: