Berita
Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 14:09 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Cari Tambahan Pendapatan, Sri Lanka Adakan Program Tax Amnesty

A+
A-
0
A+
A-
0
Cari Tambahan Pendapatan, Sri Lanka Adakan Program Tax Amnesty

Ilustrasi.

SRI JAYAWARDENAPURA KOTTE, DDTNews – Pemerintah Sri Lanka mengumumkan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) atas aset atau penghasilan kena pajak yang belum diungkap sampai dengan 31 Maret 2020.

Departemen Pendapatan Dalam Negeri Sri Lanka menyatakan pemerintah memberikan kesempatan bagi wajib pajak untuk memanfaatkan fasilitas pengungkapan pajak sukarela. Kebijakan tersebut merupakan implikasi dari UU No. 18/2021 tentang Keuangan.

“Wajib pajak yang memenuhi ketentuan pengungkapan pajak sukarela karena mengungkapkan pendapatan atau aset kena pajak terutangnya hingga 31 Maret 2020 akan dikenai pajak 1% dari jumlah pajak yang diungkapkan,” sebut pemerintah, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Seperti dilansir dari Orbit Tax, amnesti pajak ini menyasar dua jenis pajak, yaitu pajak penghasilan (PPh) dan PPN. Untuk itu, wajib pajak, baik orang pribadi atau badan yang memiliki aset dan belum dikenai PPh atau PPN hingga 31 Maret 2020, berkesempatan mendapatkan fasilitas amnesti.

Pengungkapan pajak sukarela juga menyasar pada harta kekayaan penduduk yang disimpan dalam bentuk saham, obligasi, aset bergerak maupun tidak bergerak, dan deposito yang belum dibayarkan kewajiban pajaknya hingga 31 Maret 2020.

Dengan kebijakan tersebut, wajib pajak yang mengungkapkan pajak secara sukarela akan dibebaskan dari pengenaan sanksi administrasi berupa denda dan bunga. Wajib pajak juga dibebaskan dari proses penyelidikan dan penuntutan pidana atas keterlambatan atau perolehan asetnya.

Baca Juga: Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan jumlah wajib pajak dan penerimaan pajak pada masa mendatang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, penerimaan negara sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Bagi masyarakat Sri Lanka yang hendak memanfaatkan fasilitas pengungkapan pajak sukarela dapat mengajukannya secara digital dengan mengisi formulir melalui website Departemen Pendapatan Dalam Negeri Sri Lanka di http://www.ird.gov.lk. (vallen/rig)

Baca Juga: Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : sri lanka, amnesti pajak, tax amnesty, penerimaan pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 30 September 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Bentuk-Bentuk Tindak Pidana Perpajakan

Jum'at, 30 September 2022 | 10:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi: Tumbuhnya Penerimaan Pajak Bukti Pemulihan Ekonomi Cukup Kuat

Jum'at, 30 September 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tinggal Hari Ini! Wajib Pajak Peserta PPS Lakukan Repatriasi Harta

Jum'at, 30 September 2022 | 08:30 WIB
BERITA PERPAJAKAN HARI INI

Soal Pengenaan Cukai Minuman Bergula, Begini Penjelasan Pemerintah

berita pilihan

Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK

Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL

Sekjen PBB Dukung Pembentukan 'UN Tax Convention'

Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perbaiki Keseimbangan Primer, Kemenkeu: Setoran Pajak Harus Meningkat

Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat ke KPP Lain, WP Cabang Harus Ajukan Penghapusan NPWP

Jum'at, 30 September 2022 | 17:19 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hari Oeang ke-76, Sri Mulyani Minta Jajarannya Sigap Hadapi Tantangan

Jum'at, 30 September 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Nama Lengkap AR Bisa Dicek di DJP Online, Begini Caranya

Jum'at, 30 September 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Dashboard DJP Juga Bakal Pantau Realisasi Investasi Peserta PPS

Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Mengantisipasi Risiko Emigrasi Wajib Pajak Orang Kaya