JAKARTA, DDTCNews - Sarjito resmi dilantik sebagai kepala eksekutif pengawas bursa mineral dan komoditas strategis periode 2026-2031 di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto.
Sarjito diangkat sebagai anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 9/P/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto, bursa mineral dan komoditas strategis akan beroperasi mulai 1 Januari 2027.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk menjadi anggota dewan komisioner OJK, langsung atau tidak langsung, dengan nama dan dalil apa pun, tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapa pun," kata Sarjito saat membacakan sumpahnya, Rabu (9/9/2026).
Sarjito juga bersumpah dalam jabatannya tidak akan menerima janji atau pemberian dalam bentuk apa pun. Selain itu, dia berjanji akan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai anggota dewan komisioner OJK dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Sarjito tercatat lama berkarier di OJK hingga pensiun pada 2024. Posisi yang sempat dia jabat antara lain deputi komisioner pengawas pasar modal I, deputi komisioner edukasi dan perlindungan konsumen, serta deputi komisioner pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan dan perlindungan konsumen.
Rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis pertama kali mengemuka dalam pidato penyampaian RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026. Pembentukan bursa tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas.
Pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis juga menjadi kelanjutan dari penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Prabowo menilai Indonesia sebagai salah satu produsen utama sejumlah komoditas semestinya tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga memiliki peran dalam pembentukan harga komoditas tersebut. Karena itu, pemerintah ingin membangun bursa yang dapat menjadi tempat perdagangan komoditas sekaligus membentuk acuan harga.
"Indonesia akan berhenti menjadi tempat komoditas digali tetapi harga dan keuntungannya ditentukan oleh negara lain. Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia, kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia. Kita ingin jadi Indonesia tempat komoditas diperdagangkan," ujar Prabowo.
Bursa mineral dan komoditas strategis rencananya mulai beroperasi pada 2027 di bawah pengawasan OJK. Pembentukannya juga akan diikuti dengan penetapan Indonesia reference price untuk berbagai komoditas ekspor utama Indonesia.
Keberadaan Indonesia reference price diharapkan menciptakan pasar yang lebih transparan, likuid, dan dipercaya oleh pelaku pasar global. Produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor nantinya dapat bertemu dalam satu sistem dengan dukungan data transaksi yang lebih transparan. (dik)
