JAKARTA, DDTCNews – DDTC genap berusia 19 tahun pada hari ini, Kamis (20/8/2026). Memasuki usia ke-19, DDTC mengusung semangat Educating Tax Beyond Boundaries.
Tema tersebut merefleksikan komitmen DDTC untuk terus memperluas kontribusi di bidang perpajakan. Kontribusi tersebut turut diwujudkan melalui pendidikan, pengembangan pengetahuan, riset, serta penyebarluasan informasi perpajakan kepada masyarakat.
DDTC terus berupaya agar pengetahuan perpajakan tidak berhenti di lingkungan internal, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas. Mulai dari meningkatkan literasi dan kesadaran pajak masyarakat, mengembangkan kompetensi para profesional, hingga turut berkontribusi dalam membangun sistem perpajakan Indonesia yang lebih baik.
Sebagai wujud syukur atas perjalanan selama 19 tahun, DDTC menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) bersama seluruh keluarga besar DDTC. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk merayakan perjalanan, kebersamaan, dan berbagai pencapaian yang telah diraih.
Perayaan HUT ke-19 DDTC digelar di DDTC Hall, Menara DDTC, dalam suasana santai dan penuh kebersamaan. Acara diisi dengan sarapan bersama, jajanan Nusantara, warung jamu, serta berbagai permainan.
Dengan balutan batik, acara ini menjadi ruang untuk merayakan bukan hanya bertambahnya usia DDTC, melainkan juga perjalanan dan kebersamaan orang-orang yang berada di baliknya. Acara pagi ini turut dihadiri oleh kedua Founder DDTC, Darussalam dan Danny Septriadi, yang telah menakhodai perjalanan DDTC sejak berdiri 19 tahun lalu.
"Alhamdulillah, di usia yang ke-19, kita semua menjadi saksi bahwa perjalanan DDTC luar biasa," ujar Darussalam.
Darussalam menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan DDTC selama hampir 2 dekade. Dari sebuah institusi yang tumbuh di lingkungan domestik, DDTC terus berkembang dan menorehkan berbagai pencapaian hingga tingkat internasional.
Menurutnya, berbagai pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama, kontribusi, dan kinerja seluruh keluarga besar DDTC. "Prestasi DDTC yang luar biasa ini adalah berkat kerja sama dan kinerja kita bersama. Jadi, ini adalah hasil kita bersama sebagai keluarga besar DDTC," katanya.
Darussalam pun mengajak seluruh keluarga besar DDTC untuk tidak berpuas diri dengan berbagai pencapaian yang telah diraih. DDTC perlu terus berkembang, memperluas kontribusi, serta menorehkan pencapaian yang lebih besar pada masa mendatang.
Lebih dari itu, perkembangan DDTC diharapkan senantiasa diikuti dengan makin besarnya manfaat yang diberikan kepada pihak eksternal. Kehadiran DDTC harus terus relevan bagi masyarakat, komunitas pajak, dunia usaha, pemerintah, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem perpajakan.
Edukasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan DDTC sejak awal berdiri. Pengetahuan perpajakan tidak hanya terus dikembangkan, tetapi juga dibagikan kepada sebanyak mungkin pihak agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan sistem perpajakan Indonesia.
Semangat Educating Tax Beyond Boundaries menggambarkan komitmen tersebut. Bagi DDTC, edukasi bukan sekadar transfer pengetahuan. Edukasi merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman, meningkatkan kompetensi, memperkuat literasi pajak, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang semakin melek pajak.
Literasi perpajakan menjadi penting karena pajak pada akhirnya bersinggungan dengan hampir seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai pajak dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya mengetahui hak dan kewajiban perpajakannya, tetapi juga memahami peran pajak dalam kehidupan bernegara.
Dalam konteks yang lebih luas, peningkatan literasi juga menjadi salah satu fondasi untuk membangun hubungan yang lebih baik antara negara dan wajib pajak. Sistem perpajakan yang sehat membutuhkan masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi, memahami aturan, dan mampu berpartisipasi secara sadar dalam sistem tersebut.
Pada saat bersamaan, pengetahuan perpajakan kini tidak lagi memiliki batas yang tegas. Perkembangan ekonomi, teknologi, serta transaksi lintas negara membuat isu perpajakan semakin kompleks dan saling terhubung. Pengetahuan pajak pun perlu terus berkembang melampaui batas disiplin ilmu, profesi, sektor, bahkan yurisdiksi.
Karena itu, perjalanan DDTC selama 19 tahun tidak terlepas dari upaya membangun sebuah ekosistem pengetahuan perpajakan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan, riset, publikasi, penyebarluasan informasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penyediaan literatur perpajakan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Melalui berbagai kanal tersebut, pengetahuan yang dikembangkan DDTC diharapkan tidak berhenti menjadi aset institusi. Pengetahuan harus disebarluaskan, didiskusikan, diuji, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi perkembangan perpajakan Indonesia.
Semangat tersebut mendapatkan penegasan melalui dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang diraih DDTC menjelang HUT ke-19.
Pertama, DDTC Library meraih rekor MURI sebagai Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Terbanyak. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di DDTC Library pada 10 Juli 2026.
Rekor ini memperkuat posisi perpustakaan DDTC sebagai salah satu bagian penting dari ekosistem literasi perpajakan yang dibangun DDTC.
Kedua, DDTC Academy meraih rekor MURI sebagai Penyelenggara Pelatihan Pajak Internasional dan Transfer Pricing Pertama di Indonesia yang Diakui Chartered Institute of Taxation (CIOT-UK). Pengakuan tersebut menegaskan dimensi internasional dalam pengembangan pendidikan perpajakan yang dilakukan DDTC.
Kedua capaian tersebut sekaligus menggambarkan makna Educating Tax Beyond Boundaries. Di satu sisi, DDTC terus memperkuat sumber pengetahuan melalui literatur. Di sisi lain, pengetahuan tersebut dikembangkan dan disebarluaskan melalui pendidikan yang terhubung dengan standar dan perkembangan perpajakan internasional.
Namun, orientasinya tetap sama, yakni agar kapasitas dan pengetahuan yang dibangun tersebut dapat kembali memberikan manfaat bagi perpajakan Indonesia.
Tantangan perpajakan ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu melihat persoalan pajak dari perspektif yang lebih luas. Karena itu, pengembangan manusia menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan DDTC.
Melalui Human Resources Development Programme (HRDP), DDTC memberikan ruang bagi para profesionalnya untuk terus mengembangkan kompetensi, termasuk melalui pendidikan formal di berbagai universitas ternama di dalam dan luar negeri.
Terbaru, dua profesional DDTC berhasil meraih gelar LL.M. hukum pajak internasional dari Vienna University of Economics and Business (WU Vienna), Austria. Keduanya menempuh studi selama 10 bulan dan mengangkat isu perpajakan jasa internasional dalam tesis masing-masing.
Bagi DDTC, pengembangan sumber daya manusia bukan semata-mata investasi untuk kepentingan internal. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh harus kembali dibagikan melalui riset, publikasi, pendidikan, layanan profesional, serta berbagai aktivitas lain yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan ekosistem perpajakan.
Dengan demikian, semakin tinggi kapasitas yang dibangun di dalam DDTC, makin besar pula kontribusi yang diharapkan dapat diberikan ke luar.
Memasuki usia ke-19, DDTC melanjutkan perjalanan dengan semangat yang sama, yakni terus belajar, terus berbagi, dan terus memperluas batas kontribusi dalam perpajakan.
Educating Tax Beyond Boundaries menjadi penegasan bahwa edukasi bukan sekadar aktivitas pendukung. Edukasi merupakan bagian dari cara DDTC hadir untuk perpajakan Indonesi, yakni memperluas literasi, membangun masyarakat yang makin melek pajak, meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan, dan ikut mendorong terwujudnya sistem perpajakan yang lebih baik.
“Sebab, bagi DDTC, pengetahuan menemukan maknanya ketika tidak berhenti pada mereka yang memilikinya, tetapi terus dibagikan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” imbuh Darussalam. (dik)
