JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi meluncurkan program magang nasional tahun 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan program magang nasional kali ini digelar dengan kuota peserta yang lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.
"Tahun ini naik menjadi 150.000 peserta, akan bekerja di sekitar 8.800 perusahaan BUMN dan swasta," kata Teddy, dikutip pada Selasa (30/6/2026).
Peserta magang nasional berhak menerima upah senilai Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, sesuai dengan upah minimum di kabupaten/kota tempat fresh graduate mengikuti program magang.
"Salah satu PR pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.
Dengan program tersebut, fresh graduate bergelar S-1 bisa mengikuti magang di perusahaan atau instansi mitra program magang nasional selama 6 bulan.
"Peserta dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill-nya bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel," tutur Teddy.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menuturkan pemerintah telah memperkuat kualitas penyelenggaraan program magang nasional dengan melakukan verifikasi atas kebutuhan posisi magang yang disampaikan oleh perusahaan atau instansi mitra.
Setiap peserta program magang nasional juga akan memperoleh fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.
"Pemagangan merupakan salah satu program prioritas yang mendapat arahan langsung dari Presiden. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas," kata Yassierli. (rig)
