JAKARTA, DDTCNews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai paket stimulus ekonomi di sektor transportasi publik akan mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat, terutama kelas menengah.
Anggota Komisi V DPR Sofwan Dedy Ardyanto berpandangan peningkatan mobilitas dan konsumsi karena stimulus seperti diskon tiket dan insentif pajak akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (31/5/2026).
Sofwan menyampaikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan insentif yang akan diluncurkan pada momentum libur sekolah pertengahan tahun ini, serta libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Insentif yang dimaksud antara lain berupa diskon tarif tiket kereta api hingga 30% dan diskon tarif kapal Pelni selama musim libur sekolah dan Nataru.
Kemudian, ada pula insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian tiket pesawat khusus penerbangan kelas ekonomi dan rute domestik pada periode yang sama.
Tidak hanya itu, pemerintah juga akan meluncurkan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk penyeberangan yang dilayani PT ASDP Indonesia Ferry, serta diskon airport tax PJP2U dan PJP4U masing-masing sebesar 50%.
Sofwan menuturkan pemberlakuan stimulus saat musim liburan merupakan langkah yang tepat, mengingat tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat pada periode tersebut.
Dia juga menegaskan ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Oleh karena itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
"Diskon dan insentif di sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata anggota Baleg DPR ini. (dik)
