JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah terus memperbaiki iklim usaha dan investasi supaya makin banyak sektor swasta yang berinvestasi serta kontribusi pada perekonomian.
Purbaya mengatakan langkah yang ditempuh untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif salah satunya menyelesaikan hambatan para pelaku usaha melalui Satgas Debottlenecking. Satgas akan membantu memecahkan masalah supaya bisnis bisa berjalan lebih lancar dan mudah.
"Kita perbaiki juga iklim investasi di dunia bisnis kita, ini saya jalankan melalui debottlenecking task force. Jadi, sepertinya sudah akan membaik ke depan iklim bisnisnya," ujarnya, dikutip pada Sabtu (16/5/2026).
Purbaya menilai kinerja Satgas Debottlenecking untuk melakukan perbaikan dunia usaha membutuhkan waktu dan tidak bisa instan. Dampaknya pun baru bisa dirasakan dalam kurun setahun ke depan, misal investasi meningkat atau banyak proyek mulai berjalan karena perusahaan swasta lebih aktif.
Dia berharap penyelesaian berbagai hambatan usaha yang dilakukan saat ini bakal membuat kondisi berbisnis di Indonesia lebih nyaman dan menarik bagi para investor.
"Dampaknya mungkin setahun ke depan akan kelihatan bedanya suasana berinvestasi di Indonesia dibandingkan dengan sebelumnya. Itu yang saya harapkan, dan lebih mendorong kontribusi sektor swasta ke perekonomian kita," kata Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya berpandangan ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi bila belanja pemerintah dan sektor swasta sama-sama berjalan dengan baik dan stabil. Terlebih, sektor swasta berperan penting dalam mendorong kontribusi konsumsi rumah tangga melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberian gaji hingga tunjangan yang berfungsi memacu daya beli.
Dia menyebut satu kebijakan yang ditempuh untuk menstimulasi sektor swasta, yakni menempatkan dana saldo anggaran lebih (SAL) sekitar Rp300 triliun di Himbara. Menurutnya, kebijakan yang digelontorkan pada akhir 2025 cukup efektif mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Ini strategi untuk menghidupkan aktivitas sektor swasta dan rumah tangga. Kuartal IV/2025 sudah kelihatan, dan kuartal I tahun ini makin kelihatan," ucap Purbaya.
Dia menambahkan keberhasilan kebijakan penempatan dana segar senilai ratusan triliun itu tecermin dari angka PDB kuartal I/2026 yang mampu tumbuh tinggi sebesar 5,61%.
Tidak hanya itu, konsumsi rumah tangga juga mampu tumbuh sebesar 5,52%, sedangkan konsumsi pemerintah melonjak sebesar 21,81% pada kuartal I/2026.
"Uang pemerintah segitu-segitu saja, belanja pemerintah berkontribusi ke ekonomi mungkin 10%, sedangkan swastanya 90%. Jadi kita enggak mungkin tumbuh cepat kalau pemerintah doang yang jalan, saya pikir swasta juga mesti jalan," tutup Purbaya. (dik)
