JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak fluktuasi harga energi global, utamanya minyak bumi.
"Kita lagi akan meng-exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif. Tapi sekali lagi, saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa bagaimana menyangkut dengan harga karena sampai dengan Hari Raya Idulfitri ini pasokan BBM terjamin dan Insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ujar Bahlil, dikutip pada Selasa (10/3/2026).
Tak hanya itu, Bahlil juga menekankan pemerintah masih memiliki stok BBM mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga 20 hari ke depan.
"Problem kita sekarang bukan di stok. Stok enggak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di masalah harga," ujar Bahlil.
Bahlil mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga stabilitas pasokan energi agar tidak membebani masyarakat, utamanya pengguna BBM bersubsidi.
Sebagai informasi, harga minyak mentah global tercatat sempat menembus US$100 per barel pada Senin (9/3/2026). Namun, harga minyak tercatat turun ke kisaran US$85 per barel pada pagi ini.
Menurut penghitungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit anggaran berpotensi jebol ke 3,6% dari PDB bila rata-rata harga minyak sepanjang 2026 menyentuh US$92 per barel.
Bila rata-rata harga minyak benar-benar menyentuh level tersebut, pemerintah akan menempuh langkah strategis agar defisit anggaran tidak melebihi 3% dari PDB. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Kalau tidak diapa-apain [tidak ada langkah kebijakan pemerintah], defisit kita naik ke 3,6% dari PDB. Tapi biasanya kita bisa lakukan langkah-langkah penyesuaian, sehingga kita bisa menjaga tetap di bawah 3%," tutur Purbaya. (dik)
