KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Gelar Pelatihan Vokasi Nasional untuk 70.000 Peserta

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 28 Februari 2026 | 14.00 WIB
Pemerintah Gelar Pelatihan Vokasi Nasional untuk 70.000 Peserta
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah meluncurkan program pelatihan vokasi nasional 2026 dengan kuota peserta sebanyak 70.000 peserta dalam setahun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja untuk bekerja atau berwirausaha. Program pelatihan ini akan dibagi menjadi 3 batch, dengan sekitar 20.000 peserta per batch.

"Seluruh rangkaian pelatihannya disediakan secara gratis oleh pemerintah. Ke depan, diharapkan kuota ini dapat terus ditingkatkan oleh Kemenaker," ujarnya, dikutip pada Sabtu (28/2/2026).

Airlangga menjelaskan program pelatihan vokasi nasional dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta. Program ini juga memprioritaskan prinsip link and match.

Dia mengatakan prinsip link and match memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sudah sesuai dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha atau industri. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan pasar kerja (demand driven).

Program pelatihan vokasi nasional dapat diikuti oleh para siswa lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang sudah memenuhi persyaratan, yakni berusia minimal 17 tahun, sudah mempunyai akun SiapKerja, dan sudah lulus dalam 3 tahun terakhir.

Cara berpartisipasi menjadi peserta pun cukup mudah, peserta dapat mengakses portal resmi secara online di tautan skillhub.kemnaker.go.id. Dengan mengikuti program ini, para peserta akan mendapatkan benefit seperti bantuan transportasi sebesar Rp20.000 per hari, sesuai lamanya jangka waktu pelatihan.

Benefit lainnya berupa iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi BNSP. Kemudian, khusus untuk peserta dari luar kota mendapatkan fasilitas asrama untuk tempat tinggal pada kegiatan pelatihan tertentu.

Airlangga memaparkan bidang-bidang pelatihan yang bisa diikuti para peserta antara lain teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen, pariwisata, tata busana, garmen dan aparel, otomotif, housekeeping, teknik kelistrikan, smart farming, dan konstruksi.

Selain itu, tersedia pula pelatihan barista, budidaya perikanan, penata rambut dan rias wajah, memasak, menjahit pakaian, pemeliharaan kendaraan, pemandu wisata, pemasaran digital, keamanan siber, instalasi panel surya, pengelasan (welding), computer numerical control (CNC), otomasi industri, kendaraan listrik, serta pelatihan prioritas presiden seperti koperasi merah putih dan makan bergizi gratis (MBG).

Berbagai pelatihan ini ada yang diselenggarakan secara luring, daring, maupun hybrid dengan lebih 820 kelas pelatihan yang berfokus pada 31 kejuruan. Adapun program pelatihan ini berjalan paralel dengan program magang yang sudah digelar pemerintah dengan membidik para lulusan SMA dan SMK.

"Saya harap penyelenggaraan program pelatihan vokasi ini juga dapat melibatkan penyelenggara pelatihan yang bukan hanya dari unit kerja Kemenaker, namun juga dapat mengintegrasikan balai pelatihan yang dimiliki berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah lainnya, dan juga instansi swasta," tutup Airlangga. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.