KENYA

Negara Ini Bakal Pangkas PPN Impor Panel Surya dan Turbin Angin

Redaksi DDTCNews
Rabu, 25 Februari 2026 | 15.00 WIB
Negara Ini Bakal Pangkas PPN Impor Panel Surya dan Turbin Angin
<p>Ilustrasi.&nbsp;</p>

NAIROBI, DDTCNews - Pemerintah Kenya berencana menurunkan tarif PPN impor atas peralatan yang digunakan untuk mendukung energi hijau seperti panel surya dan turbin angin.

Tarif PPN impor atas barang untuk pengembangan energi hijau tersebut diusulkan dipangkas dari 16% menjadi 8%. Usulan ini tercantum dalam RUU Hukum Bisnis Kenya 2026.

"Reformasi ini untuk mendukung bisnis yang berinvestasi di sektor energi terbarukan," kata Menteri Bidang Promosi Investasi Abu Bakr Hassan, dikutip pada Rabu (25/2/2026).

Pemerintah mengusulkan RUU Hukum Bisnis Kenya 2026 untuk mendukung bisnis yang berinvestasi di sektor energi terbarukan. RUU tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah mereformasi sistem PPN.

Dia menjelaskan investasi pada sektor energi terbarukan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama soal biaya yang sangat mahal. Selain itu, pengusaha juga masih kesulitan mengurus restitusi PPN impor atas berbagai peralatan yang dibutuhkan.

Melalui RUU Hukum Bisnis Kenya 2026, pemerintah ingin menyempurnakan lanskap pajak sehingga memberikan dampak pada perekonomian dan industri. Salah satu pokok pengaturan dalam RUU tersebut adalah pemangkasan tarif PPN menjadi 8% atas impor kategori peralatan dan mesin tertentu guna menurunkan biaya impor barang modal.

Rencana pemangkasan tarif PPN impor atas peralatan energi hijau didukung oleh kalangan pengusaha. Misal, Del Monte Kenya Limited yang telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 800 kilowatt dan lini pengolahan nanas dan mangga di lahan pertaniannya.

Direktur Pelaksana Del Monte Kenya Limited Wayne Cook menyebut kebijakan pajak di semua negara perlu diarahkan untuk mendukung energi hijau. Setiap kebijakan yang bertujuan memudahkan atau meringankan pajak akan sangat berarti dalam mempercepat transisi energi.

"Hal ini menandai masa depan kita sebagai katalisator pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi pedesaan," ujar Wayne dilansir thekenyatimes.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.