SURABAYA, DDTCNews - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, meminta masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sensus ekonomi merupakan langkah awal untuk membaca kondisi perekonomian daerah dan nasional.
"Sensus ekonomi BPS ini adalah upaya strategis pemerintah untuk memperoleh data yang akurat, lengkap, dan terpercaya mengenai kondisi perekonomian nasional," ujar Eri, dikutip pada Senin (11/5/2026).
Sensus Ekonomi 2026 diperlukan dalam rangka memberikan gambaran menyeluruh terkait potensi dan tantangan perekonomian Kota Surabaya. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu turut aktif dalam pendataan.
Eri pun mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada petugas sensus agar data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan keadaan sebenarnya.
"Saya juga mengajak seluruh pelaku usaha dan warga Kota Surabaya untuk bersama-sama mendukung Sensus Ekonomi 2026, dengan memberikan informasi yang jujur dan lengkap, sesuai dengan kondisi sebenarnya," ujar Eri.
Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan data yang dikumpulkan dalam sensus mulai dari identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, hingga aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset.
Arrief menegaskan pihaknya menjamin kerahasiaan data yang dihimpun dan tidak akan menggunakan data untuk kepentingan perpajakan.
"Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Jadi murni untuk kebutuhan perencanaan pembangunan, bukan untuk pajak," ujar Arrief. (dik)
