Review
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Minggu, 18 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP PAPUA DAN MALUKU ARRIDEL MINDRA:
Fokus
Data & Alat
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Reportase
Perpajakan.id

Beri Insentif PBB, Potensi Penerimaan Hilang Rp40 Miliar

A+
A-
0
A+
A-
0
Beri Insentif PBB, Potensi Penerimaan Hilang Rp40 Miliar

Pemandangan Kota Pekanbaru, Riau, di waktu malam.  Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, Riau, memperkirakan potensi penerimaan yang hilang karena program insentif pajak bumi dan bangunan (PBB) mencapai Rp40 miliar tahun ini. (Foto: Antara)

PEKANBARU, DDTCNews - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Riau, memperkirakan potensi penerimaan yang hilang karena program insentif pajak bumi dan bangunan (PBB) mencapai Rp40 miliar tahun ini.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan pemkot memberikan insentif itu untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Meski ada potensi penerimaan yang hilang, dia berharap insentif PBB efektif membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

"Sebelum kami berikan stimulus, itu (potensi penerimaan) Rp171 miliar. Saat ini potensinya hanya Rp131 miliar," katanya kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Pemprov Bidik 2,9 Juta Kendaraan Manfaatkan Diskon dan Pemutihan Pajak

Zulhelmi mengatakan Bapenda mulai mendistribusikan 278.000 surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan (SPPT PBB). SPPT PBB yang masuk buku 1 hingga buku 3 dikirimkan melalui kecamatan, sebelum diteruskan ke petugas kelurahan dan sampai ke tangan wajib pajak.

Sementara pada SPPT PBB yang masuk buku 4 dan buku 5, pengirimannya dilakukan langsung melalui unit pelaksana teknis (UPT) masing-masing kecamatan.

Zulhelmi berharap wajib pajak yang telah menerima SPPT PBB itu segera melunasi kewajibannya. Apalagi, insentif PBB akan berakhir pada akhir bulan ini.

Baca Juga: Pacu Penerimaan Daerah, Bank Indonesia Asistensi Pembentukan TP2DD

Dengan insentif PBB, masyarakat cukup membayar pokok pajak yang terutang. Selain itu, masih ada potongan pajak berdasarkan nilai yang tercantum pada SPPT.

Pada masyarakat dengan tagihan PBB-P2 Rp100.000 ke bawah (buku 1), akan bebas bayar pajak, sementara yang memiliki tagihan PBB-P2 antara Rp100.000 hingga Rp500.000 (buku 2), mendapat keringanan pajak 50%.

Pada wajib pajak dengan tagihan Rp500.000 hingga Rp2 juta (buku 3), akan didiskon 25%, serta wajib pajak dengan tagihan PBB-P2 Rp2 juta hingga Rp5 juta (buku 4), memperoleh diskon 20%. Adapun wajib pajak dengan tagihan PBB-P2 senilai Rp5 juta ke atas (buku 5), mendapat diskon 15%.

Baca Juga: Realisasi Setoran PBB-P2 di Bawah Rata-Rata, Anies Beberkan Alasannya

"Sudah ada stimulus yang kami berikan kepada masing-masing wajib pajak," ujarnya seperti dilansir goriau.com. (Bsi)

Topik : kota pekanbaru, PBB, insentif PBB, pajak daerah
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 14 April 2021 | 10:45 WIB
KOTA SEMARANG
Rabu, 14 April 2021 | 10:05 WIB
KABUPATEN BENGKALIS
Selasa, 13 April 2021 | 20:27 WIB
PROVINSI JAWA TENGAH
berita pilihan
Selasa, 20 April 2021 | 16:17 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 16:01 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Selasa, 20 April 2021 | 15:30 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Selasa, 20 April 2021 | 15:03 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 20 April 2021 | 14:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 14:36 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 14:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 20 April 2021 | 13:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 April 2021 | 13:00 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR