Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Begini Definisi 'Analisis Kesebandingan'

A+
A-
0
A+
A-
0
Begini Definisi 'Analisis Kesebandingan'

SETIAP wajib pajak yang melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa harus menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha. Hal ini diatur dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 32/PJ/2011 (PER 32).

Dalam ayat selanjutnya, Pasal 3 ayat (2) PER 32 disebutkan langkah pertama dalam menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha tersebut adalah dengan melakukan analisis kesebandingan (comparability analysis).

Lantas apa itu analisis kesebandingan?

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Pegawai Pajak, DJP Gandeng OECD

Pengertian analisis kesebandingan telah diatur baik dalam PER 32 itu sendiri, OECD Transfer Pricing Guidance for Multinational Enterprises and Tax Administrations (OECD TP Guidelines), ataupun United Nations Practical Manual on Transfer Pricing (UN TP Manual). Adapun pengertiannya adalah sebagai berikut:

  • PER 32 Pasal 1 ayat (7)

Analisis kesebandingan adalah analisis yang dilakukan oleh wajib pajak atau Direktorat Jenderal Pajak atas kondisi dalam transaksi yang dilakukan antara wajib pajak dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk diperbandingkan dengan kondisi dalam transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, dan melakukan identifikasi atas perbedaan kondisi dalam kedua jenis transaksi dimaksud.

  • OECD TP guidelines, Glossary

A comparison of a controlled transaction with an uncontrolled transaction or transactions. Controlled and uncontrolled transactions are comparable if none of the differences between the transactions could materially affect the factor being examined in the methodology (e.g. price or margin), or if reasonably accurate adjustments can be made to eliminate the material effects of any such differences.”

Baca Juga: Apa Itu Anjak Piutang dalam Perpajakan?

Terjemahan:

Perbandingan transaksi afiliasi dengan transaksi independen. Transaski afiliasi dan transaksi independen sebanding jika tidak ada perbedaan material yang dapat memengaruhi faktor yang sedang dikaji pada metode (harga atau marjin), atau jika cukup akurat, penyesuaian dapat dilakukan untuk menghilangkan efek material pada setiap perbedaan.

  • UN TP Manual, Glossary

An analysis carried out to compare the controlled transaction with the conditions that prevail in transactions at arm’s length between independent entities. This involves an understanding of the economically significant characteristics of the controlled transaction and a comparison of the conditions of the controlled transaction with those of the comparable transactions.

Baca Juga: Ketahui Aspek Transfer Pricing Pertambangan Batu Bara pada Kelas Ini

Terjemahan:

Analisis yang dilakukan untuk membandingkan transaksi afiliasi dengan ketentuan prinsip kewajaran dan kelazima usaha antarentitas independen. Hal ini melibatkan pemahaman tentang karakteristik ekonomi yang signifikan transaksi afiliasi dan perbandingan kondisi transaksi afiliasi dengan transaksi yang sebanding.

Atas penjelasan tersebut, secara umum analisis kesebandingan dapat diartikan sebagai analisis yang digunakan untuk membandingkan kondisi transaksi afiliasi dengan kondisi transaksi independen.*

Baca Juga: Perlakuan Biaya Extraordinary Covid-19 dalam Analisis Kesebandingan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kamus pajak, transfer pricing, analisis kesebandingan

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 25 Agustus 2022 | 13:21 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR

Simak Konsep Penafsiran Hukum dalam Sengketa Pajak di Seminar Ini!

Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Risalah Lelang?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 13:28 WIB
PENGHARGAAN PERPAJAKAN

Profesional DDTC Diakui Sebagai Praktisi Transfer Pricing Terkemuka

berita pilihan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tingkatkan Kapasitas Pegawai Pajak, DJP Gandeng OECD

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:27 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Sebut Realisasi Restitusi PPN Dipercepat Tembus Rp8 Triliun

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:33 WIB
LAYANAN PAJAK

Pengajuan Pemindahbukuan Bakal Bisa Online, DJP Siapkan Layanan e-Pbk

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:30 WIB
PMK 197/2013

Omzet Melebihi Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, Ini Konsekuensinya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Tunggak Pajak, Saldo Rp348 Juta Milik WP Dipindahbukukan ke Kas Negara

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:41 WIB
KP2KP SIAK SRI INDRAPURA

Beri Efek Kejut, Kantor Pajak Gelar Penyisiran Lapangan Selama 2 Pekan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KP2KP PELABUHAN RATU

Usaha WP Tidak Aktif, DJP: Tetap Lapor SPT Masa PPN Selama Masih PKP

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:03 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Jokowi Titip Pesan untuk Pimpinan Parlemen Anggota G-20, Ini Isinya