Berita
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH
Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu E-Reporting Insentif Covid-19

A+
A-
5
A+
A-
5
Apa Itu E-Reporting Insentif Covid-19

SEJAK kasus pertama Covid-19 diumumkan, lonjakan pasien positif virus Corona di Indonesia masih terus terjadi. Guna melindungi segenap masyarakat sekaligus meredam dampak Covid-19 yang meluas ke berbagai bidang, pemerintah menggelontorkan berbagi insentif pajak.

Namun, wajib pajak yang memanfaatkan insentif tersebut diwajibkan untuk menyampaikan laporan realisasi pemanfaatan atas setiap insentif yang diterima. Laporan tersebut merupakan cara pemerintah untuk menjamin ketepatan pemanfaatan dan menghindari penyalahgunaan insentif.

Laporan itu dapat disampaikan melalui saluran tertentu pada laman www.pajak.go.id. Saluran tertentu yang dimaksud terletak di aplikasi ‘e-Reporting Insentif Covid-19’ pada menu layanan DJP Online. Lantas, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan e-reporting insentif Covid-19.

Baca Juga: Apa Itu Tax Effort?

Definisi
E-Reporting insentif Covid-19 adalah sarana pelaporan realisasi pemanfaatan insentif pajak yang diberikan dalam rangka penanganan Covid-19. Aplikasi ini menjadi media yang dapat digunakan wajib pajak untuk melaporkan insentif yang diberikan dalam PMK 28/2020 dan PMK 44/2020.

Berbagai jenis laporan realisasi dapat dilaporkan melalui aplikasi ini baik dengan metode upload file excel maupun dengan mengisi secara langsung (metode key in). Adanya aplikasi e-reporting insentif Covid-19 diharapkan memberi kemudahan kepada wajib pajak.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 12 Mei 2020, aplikasi e-reporting terus mengalami perkembangan. Awalnya, aplikasi ini hanya mengakomodasi pelaporan realisasi insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) dan PPh final DTP untuk UMKM pada PMK 44/2020.

Baca Juga: Apa Itu SPT Masa Bea Meterai?

Sementara itu, untuk wajib pajak yang memanfaatkan pembebasan PPh Pasal 22 Impor dan angsuran PPh Pasal 25 pada PMK 44/2020 belum bisa mengaksesnya. Namun, per 9 Juli 2020, aplikasi e-reporting sudah bisa digunakan untuk melaporkan realisasi kedua insentif tersebut.

Bahkan, kini aplikasi e-reporting insentif Covid-19 juga dapat digunakan untuk menyampaikan laporan realisasi insentif PPh dan PPN yang ada dalam PMK 28/2020. Adapun insentif yang diberikan PMK 28/2020 terkait dengan barang dan jasa yang diperlukan untuk penanganan Covid-19.

Selain itu, sebelumnya Ditjen Pajak juga sempat melakukan pembaruan atas aplikasi e-reporting insentif Covid-19. Pembaruan tersebut dilakuan dengan menambahkan fitur validasi dan menu monitoring bagi wajib pajak yang berhak menerima fasilitas fiskal yang ada dalam PMK 44/2020.

Baca Juga: Apa Itu Sisa DBH CHT?

Jenis Laporan
SECARA lebih terperinci, saat ini terdapat 9 jenis laporan yang dapat disampaikan melalui aplikasi e-Reporting Insentif Covid-19. Pertama, realisasi PPh Final DTP (PMK-44 Tahun 2020). Kedua, realisasi PPh Pasal 21 DTP (PMK-44 Tahun 2020).

Ketiga, realisasi pembebasan PPh Pasal 21 (PMK-28 Tahun 2020). Keempat, realisasi pembebasan PPh Pasal 21 (PMK-28 Tahun 2020). Kelima, realisasi pembebasan PPh Pasal 22 Impor (PMK-28 Tahun 2020).

Keenam, realisasi pembebasan PPh Pasal 22 Impor (PMK-44 Tahun 2020). Ketujuh, realisasi pembebasan PPh Pasal 23 (PMK-28 Tahun 2020). Kedelapan, realisasi pengurangan angsuran PPh Pasal 25 (PMK-44 Tahun 2020). Kesembilan, realisasi PPN DTP (PMK-28 Tahun 2020).

Baca Juga: Apa Itu Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT)?

Seluruh laporan tersebut memiliki waktu pelaporan yang berbeda dan diatur dalam PMK masing-masing. Ditjen Pajak (DJP) juga memberikan panduan pengguna (user manual) yang dapat diunduh pada tautan berikut: User_Manual_ereportingcovid19.pdf. (Bsi)

Topik : e-reporting insentif Covid-19, e-reporting, kamus

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Jambe

Sabtu, 11 Juli 2020 | 20:49 WIB
Seolah2 DJP buat jebakan batman, kasih angin segar ( relaksasi ), tp belakangan WP dibuat kocar kacir alias tdk tenang, peraturannya buat WP bingung.
1

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Rabu, 01 Desember 2021 | 10:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Insentif Pajak?

Senin, 29 November 2021 | 17:04 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Unit Pelaksana Restitusi PPN Bandara?

Jum'at, 26 November 2021 | 16:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Administrator Kawasan Ekonomi Khusus?

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK

Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK

Menelisik Jejak Penghindaran Pajak ‘Para Raksasa’

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:40 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax