Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Rabu, 02 November 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 02 NOVEMBER - 08 NOVEMBER 2022
Reportase

Alat Makan Hingga Kemasan Plastik Kena Cukai? DJBC: Masih Dikaji

A+
A-
2
A+
A-
2
Alat Makan Hingga Kemasan Plastik Kena Cukai? DJBC: Masih Dikaji

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan terus mematangkan rencana pengenaan cukai atas produk plastik.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Iyan Rubiyanto mengatakan rencana pengenaan cukai atas kantong plastik telah meluas pada produk plastik lainnya. Hal itu dilakukan agar dampak pengenaan cukai terhadap penurunan sampai plastik lebih besar.

"Kami sebetulnya [mengusulkan cukai pada] kantong kresek. Namun, diperlebar oleh teman-teman di DPR karena tanggung, kenapa tidak sekalian plastik lainnya. Ini kami mulai menyusun administrasinya," katanya, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

Iyan mengatakan pengenaan cukai produk plastik makin mendesak karena Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik ke laut terbesar di dunia setelah China. Sampah plastik Indonesia di lautan berkisar 0,48-1,29 metrik ton per tahun.

Selain itu, lanjutnya, tren komposisi sampah plastik juga menunjukkan peningkatan. Pada 2013, plastik telah berkontribusi sebesar 14% terhadap total sampah yang diproduksi. Pada 2016, kontribusi sampah plastik naik menjadi 16%.

DJBC masih melakukan kajian komprehensif dan mencari best practices pungutan cukai atas produk plastik di dunia. Saat ini, sudah banyak negara yang mengenakan cukai atas berbagai produk plastik seperti kantong, kemasan, wadah, sedotan, dan alat makan.

Baca Juga: Tarif CHT 2023 Naik, DJBC Antisipasi Industri Rokok Borong Pita Cukai

Kantong plastik menjadi objek cukai paling populer karena terdapat 38 negara yang mengenakannya. Misal, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Kolombia, Denmark, dan Belanda. Cukai kemasan plastik juga berlaku di Tunisia, Maroko, Lesotho, Ekuador, Portugal, dan Belgia.

Mengenai wadah plastik, negara yang mengenakan cukai di antaranya Brunei Darussalam, Tunisia, Mauritius, Uruguay, dan Bulgaria. Sementara itu, cukai pada sedotan plastik dan alat makan berlaku di negara seperti Brunei Darussalam, Tunisia, Maroko, dan Afrika Selatan.

Selanjutnya, cukai pada produk plastik lainnya, berlaku di Brunei Darussalam, Tunisia, Maroko, dan Lesotho. "Best practices pungutan produk plastik ini bermacam-macam. Tapi, berbagai negara lain sudah menerapkan itu," ujar Iyan.

Baca Juga: Ada Kenaikan Harga BBM, Realisasi Belanja K/L Turun 9,5 Persen

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan berhati-hati dalam mengenakan cukai atas produk plastik. Meski telah direncanakan sejak 2016, rencana itu belum berjalan karena memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat yang masih terdampak pandemi.

Wacana pengenaan cukai kantong plastik sudah mencuat sejak 2016, dan untuk pertama kalinya memasang target setoran cukai kantong plastik pada 2017. Target penerimaan cukai plastik selalu dipasang setiap tahun. Pada 2022, setoran cukai plastik ditarget Rp1,9 triliun. (rig)

Baca Juga: Relaksasi Pelunasan Pita Cukai 90 Hari Tersalur kepada 123 Perusahaan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : djbc, cukai plastik, kresek, sedotan, alat makan, kebijakan cukai, penerimaan cukai, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 23 November 2022 | 16:11 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Ada Ancaman Reflasi pada 2023, Begini Respons Sri Mulyani

Selasa, 22 November 2022 | 13:30 WIB
INGGRIS

Ada Windfall Tax, Shell Pikir Ulang Rencana Investasi

Selasa, 22 November 2022 | 12:00 WIB
INGGRIS

Inggris Resmi Naikkan Tarif Windfall Tax Migas, Berlaku Hingga 2028

Selasa, 22 November 2022 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PERPAJAKAN

6 Metode Penentuan Nilai Pabean

berita pilihan

Sabtu, 26 November 2022 | 15:00 WIB
PP 23/2018

Pakai PPh Final UMKM, Perhatikan Status Perpajakan Suami Istri PH-MT

Sabtu, 26 November 2022 | 14:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Ingatkan Lagi, Nama NPWP Cabang Harus Sama Dengan Pusat

Sabtu, 26 November 2022 | 13:00 WIB
PMK 54/2021

Ingat! Jika Sudah Pakai Pembukuan, Tak Bisa Kembali Gunakan Pencatatan

Sabtu, 26 November 2022 | 12:30 WIB
PENGAWASAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Periksa Kapal Pesiar Masuk Wilayah RI, Bea Cukai Lakukan Boatzoeking

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Tarif CHT 2023 Naik, DJBC Antisipasi Industri Rokok Borong Pita Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 11:30 WIB
PAJAK DAERAH

Biar Orang Mau Balik Nama, Provinsi Diminta Hapus BBNKB Mobil Bekas

Sabtu, 26 November 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tata Cara Pengajuan Permohonan Penetapan Tarif Bea Masuk USDFS

Sabtu, 26 November 2022 | 10:30 WIB
PER-04/PJ/2020

Data Alamat NPWP Berubah, Masih Perlu Cetak SPPKP? Ini Penjelasan DJP

Sabtu, 26 November 2022 | 10:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh! Libatkan 14 Perusahaan, Bos Tekstil Bikin Faktur Pajak Fiktif

Sabtu, 26 November 2022 | 09:30 WIB
SELEBRITAS

Tak Cuma Soleh, Ini Sederet Kucing yang 'Diangkat' Jadi Pegawai DJP