Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Ada Tanggal Merah, Setoran PPN Dalam Negeri Tumbuh 27 Persen

A+
A-
1
A+
A-
1
Ada Tanggal Merah, Setoran PPN Dalam Negeri Tumbuh 27 Persen

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Pergeseran jatuh tempo pembayaran pajak membuat realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri pada Maret 2022 tumbuh tinggi.

PPN seharusnya disetorkan paling lama akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. Akibat libur Isra Miraj yang jatuh pada 28 Februari 2022 maka jatuh tempo pembayaran pun bergeser ke hari berikutnya, yaitu pada 1 Maret 2022.

"PPN dalam negeri tumbuh 26,5% yang merupakan dampak dari pergeseran penerimaan Februari 2022 ke Maret 2022 (terdapat hari libur)," tulis Kementerian Keuangan pada APBN KiTa edisi April 2022, dikutip pada Jumat (22/3/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Bila dampak pergeseran penerimaan pajak tersebut dihilangkan, Kementerian Keuangan mencatat realisasi PPN dalam negeri pada Februari dan Maret 2022 masing-masing tumbuh positif sebesar 10,17% dan 32,47%.

Sementara itu, nilai PPN dalam negeri yang dikumpulkan oleh pemerintah per Maret 2022 tercatat Rp67,99 triliun atau tumbuh 81% dibandingkan dengan realisasi PPN dalam negeri pada Februari 2022 sejumlah Rp37,65 triliun.

Untuk diketahui, realisasi penerimaan pajak per kuartal I/2022 mencapai Rp322,46 triliun atau naik 41% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya. Nilai pajak yang dikumpulkan tersebut setara dengan 26% dari target pajak 2022 senilai Rp1.265 triliun.

Baca Juga: Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Selain berkat perbaikan aktivitas ekonomi, tingginya pertumbuhan per kuartal I/2022 juga disebabkan low base effect. Kontraksi penerimaan pajak kuartal I/2021 tergolong dalam sehingga berpengaruh terhadap penghitungan pertumbuhan penerimaan pajak kuartal I/2022. (rig)

Topik : penerimaan pajak, APBN 2022, PPN dalam negeri, kemenkeu, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK DAERAH

Ketentuan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor di UU HKPD

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:45 WIB
PIDATO KENEGARAAN 2022

Jokowi Klaim Hilirisasi Nikel Kerek Kinerja Ekspor dan Setoran Pajak

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:15 WIB
SIDANG TAHUNAN MPR 2022

Kejar Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Ketua MPR Sarankan Ini

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:48 WIB
SIDANG TAHUNAN MPR 2022

Singgung Soal Kondisi Global dan Resesi, Ini Pidato Lengkap Ketua MPR

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor