Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 14:00 WIB
DISKUSI PERPAJAKAN
Reportase

700 Perusahaan di Zona Ekonomi Khusus Berhenti Beroperasi, Ada Apa?

A+
A-
0
A+
A-
0
700 Perusahaan di Zona Ekonomi Khusus Berhenti Beroperasi, Ada Apa?

Tenaga Kerja Filipina Luar Negeri Repatriasi (OFWs) menunggu bus provinsi di sebuah terminal setelah diperbolehkan pulang menyusul minggu karantina di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Paranaque City, Metro Manila, Filipina. ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez/hp/cfo

MANILA, DDTCNews—Pemerintah Filipina meminta para pelaku usaha yang beroperasi di Zona Otoritas Ekonomi Filipina (Philippine Economic Zone Authority/PEZA) tidak menutup usahanya di tengah pandemi virus Corona.

Dirjen PEZA Charito B. Plaza menyebut ada 700 perusahaan atau 22% dari total perusahaan di PEZA yang belum beroperasi kembali, meski kebijakan karantina atau lockdown sudah dilonggarkan.

“(Hingga kini) tidak ada yang pergi, karena jika pergi mereka harus mengajukan permohonan pembatalan pendaftaran mereka,” katanya, dikutip Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Tangani Pandemi Corona, Negara Ini Perkenalkan Pajak Solidaritas

Jumlah pekerja dari 700 perusahaan tersebut mencapai 386.587 orang, atau 25% dari total pekerja di PEZA. Sementara yang masih beroperasi ada 2.517 perusahaan dengan jumlah pekerja 1,18 juta orang atau 75% dari total pekerja di PEZA.

Menurut Plaza, perusahaan yang belum beroperasi itu memiliki alasan beragam di antaranya adalah karena kekurangan bahan baku. Ada juga yang beralasan tidak sanggup menyediakan mes untuk tempat tinggal dan layanan antar-jemput karyawan.

Meski begitu, Plaza mengungkapkan dirinya tetap mendorong investasi di dalam negeri di tengah pandemi ini. Jika tidak ada aral melintang, Dewan PEZA bakal bertemu dengan 27 perusahaan baru dengan nilai komitmen investasi mencapai P2 miliar.

Baca Juga: Ini Daftar Negara Dengan Tarif Pajak Properti Paling Tinggi di Eropa

"Kami sedang memantau. Kami harus membangun kepercayaan dari investor yang ada," ujarnya, dilansir dari Mb.com.ph.

Sejalan dengan itu, Plaza menjelaskan perusahaan yang ingin keluar dari PEZA harus menyelesaikan tanggung jawab pengupahan kepada karyawan terdampak, sekaligus memenuhi kewajiban perpajakan kepad pemerintah.

Menurut Plaza, hanya perusahaan dengan catatan bersih yang dibolehkan meninggalkan PEZA. Untuk diketahui, PEZA merupakan zona ekonomi khusus dengan berbagai fasilitas, termasuk insentif pajak.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Minus 16,5%, Filipina Alami Resesi

Insentif tersebut di antaranya seperti biaya untuk mencegah penularan Covid-19 di kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai pengurang pendapatan perusahaan sehingga mengurangi pajak yang harus dibayarkan. (rig)

Topik : filipina, zona ekonomi khusus, fasilitas pajak, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KAMBOJA
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 09:01 WIB
PROVINSI RIAU
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:30 WIB
PELAYANAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 06:01 WIB
PMK 89/2020
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:02 WIB
PP 44/2020
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:00 WIB
BANTUAN SOSIAL