Berita
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Vaksin Makin Mahal, Sri Mulyani Estimasi Biaya Vaksinasi Membengkak

A+
A-
1
A+
A-
1
Vaksin Makin Mahal, Sri Mulyani Estimasi Biaya Vaksinasi Membengkak

Ilustrasi. Petugas meletakan vaksin Covid-19 Sinovac ke dalam lemari pendingin saat tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (26/1/2021). Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menerima sebanyak 2.340 dosis vaksin Covid-19 tahap pertama bagi tenaga kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19. ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengestimasi anggaran program vaksinasi Covid-19 akan melampaui Rp73,3 triliun karena harga vaksin makin mahal.

Sri Mulyani mengatakan persaingan memperoleh vaksin Covid-19 di dunia saat ini makin sulit. Alasannya, banyak negara-negara kaya berani membeli vaksin dengan harga lebih tinggi daripada perkiraan pemerintah sebelumnya.

"Estimasi Rp73,3 triliun berdasarkan estimasi harga yang disampaikan. Tentu kami akan melihat terus dinamika yang terjadi," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Jokowi Sebut 2021 Jadi Masa Kebangkitan Ekonomi

Sri Mulyani mengatakan langkah negara-negara kaya memborong vaksin Covid-19 menyebabkan negara lain dengan kemampuan fiskal lebih rendah kesulitan untuk menjangkaunya. Dari berbagai negosiasi pemesanan, menurutnya, harga vaksin akan terus naik karena negara kaya berani membeli dengan harga mahal.

World Health Organization (WHO) bahkan telah memperingatkan masalah vaksinasi Covid-19 bisa menjadi tragedi moral dunia karena semua negara kaya saling berebut sedangkan yang miskin tidak bisa mendapatkannya.

Di Indonesia, Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan memberikan vaksin gratis kepada masyarakat agar bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Pemerintah menargetkan vaksinasi diberikan kepada seluruh masyarakat yang memenuhi syarat, seperti tidak memiliki komorbid, belum pernah terinfeksi Covid-19, serta berusia 18 sampai 59 tahun.

Baca Juga: Bebas Pajak, Impor Vaksin Covid-19 Harus Lewat Jalur Khusus

Pemerintah juga telah mengantongi komitmen penjualan vaksin hingga 663,5 juta dosis dari berbagai produsen di dunia. Hingga saat ini, pemerintah telah membayar untuk 3 dosis juta vaksin Sinovac yang tiba pada Desember 2020 senilai Rp633,8 miliar.

Sri Mulyani menjamin semua proses pengadaan vaksin akan berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan tata kelola yang baik. "Untuk seluruh pengadaan vaksin, kami dikawal sangat ketat erat oleh KPK, BPK, dan teman-teman Kemenkes sehingga bisa merasa tenang menjalankan tugas ini," ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan saat ini pemerintah juga tengah mengajukan 108 juta vaksin Covid-19 secara gratis kepada konsorsium Gavi-Covax Facility. Dia berharap proses vaksinasi di Indonesia bisa rampung pada 2021, seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. (kaw)

Baca Juga: Bertambah Lagi, Anggaran PEN 2021 Kini Hampir Rp700 Triliun

Topik : vaksin, vaksinasi, virus Corona, Covid-19, Sri Mulyani, Gavi-Covax Facility
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 18 Februari 2021 | 10:52 WIB
PMK 17/2021
Rabu, 17 Februari 2021 | 19:13 WIB
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Rabu, 17 Februari 2021 | 16:09 WIB
APARATUR SIPIL NEGARA
Rabu, 17 Februari 2021 | 12:13 WIB
VAKSIN COVID-19
berita pilihan
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:23 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:13 WIB
KABUPATEN PURBALINGGA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:30 WIB
DOMINIKA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:00 WIB
INGGRIS