Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Tuntut PM Thailand Mundur, Muncul Seruan 'Pajak Saya'

A+
A-
0
A+
A-
0
Tuntut PM Thailand Mundur, Muncul Seruan 'Pajak Saya'

Massa pro-demokrasi di Bangkok mengacungkan simbol 3 jari mereka untuk menuntut reformasi monarki dan mundurnya Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha. (Jorge Silva/Reuters/Aljazeera.com)

BANGKOK, DDTCNews - Sekitar 10 ribu mahasiswa dan warga Thailand kembali mengadakan demonstrasi besar untuk menyerukan reformasi monarki dan mendesak Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mundur dari jabatannya.

Dalam demonstrasi yang digelar di Bangkok, Rabu (14/10/2020), massa prodemokrasi menyerukan teriakan 'pajak kami' berulang kali. Mereka juga mengangkat tangan dan membuat simbol tiga jari kepada iring-iringan mobil kerajaan yang lewat.

"Monarki menghabiskan banyak uang pajak. Politik dan monarki saling terkait erat. Bahkan jika kita mengubah piagam, raja masih bisa turun tangan. Jadi reformasi monarki dan politik harus dilakukan secara bersamaan," kata seorang mahasiswa Thailand, seperti dikutip Kamis (15/10/2020).

Ribuan demonstran yang sebagian besar terdiri atas mahasiswa Thailand memadati jalan di Bangkok untuk menyerukan reformasi demokrasi, termasuk pembatasan kekuasaan dan kekayaan monarki.

Sementara itu, para pendukung loyalis pemerintah membuat protes tandingan, dan menyatakan mereka berkumpul untuk menyambut Raja Maha Vajiralongkorn yang akan menghadiri upacara di Bangkok sebagai tanda akhir Prapaskah Buddha.

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah pertama kali berkumpul di Monumen Demokrasi, sebelum berjalan ke Gedung Pemerintah untuk menyerukan pengunduran PM Prayuth, yang berkuasa sejak kudeta 2014. "Kami tidak akan pergi sampai Prayuth mundur," kata pemimpin protes Arnon Nampa.

Beberapa bentrokan terjadi walaupun sebagian besar protes berlangsung damai. Para demonstran menyatakan tidak takut menghadapi bentrokan demi menciptakan pemerintahan yang antikorupsi dan perbaikan ekonomi.

Merespons demonstrasi tersebut, pemerintah merilis dekrit yang melarang lebih dari 5 orang berkerumun. Polisi juga telah menangkap lebih dari 20 orang demonstran, termasuk para pimpinan massa.

"Sangat penting dan mendesak untuk mengakhiri situasi ini secara efektif dan segera untuk menjaga perdamaian dan ketertiban," bunyi keputusan itu, dilansir theguardian.com. (Bsi)

Topik : pm thailand, pm thailand mundur, demonstrasi mahasiswa, pajak saya

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:30 WIB
KANWIL DJP ACEH

Terbitkan Faktur Pajak Fiktif, Dua Tersangka Diserahkan ke Kejari

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:00 WIB
JEPANG

Tax Ratio Jepang Masih Rendah, IMF Sarankan Tarif PPN Dinaikkan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas?

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:00 WIB
FILIPINA

Jelang Pemilu Presiden, Honor Buat Guru Diusulkan Bebas Pajak

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
KOTA MANADO

Pemkot Beri Hadiah Sepeda Motor untuk Wajib Pajak Patuh

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:27 WIB
PENANGANAN COVID-19

Kasus Omicron Terus Bergerak Naik, Begini Pesan Jokowi

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:04 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN INDRAMAYU

Simak di Sini, Profil Pajak Salah Satu Daerah Penghasil Beras Nasional

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
INVESTASI

Aliran Investasi ke Sektor Manufaktur Mulai Membaik, Ini Catatan BKPM

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:49 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Promosi PPS Makin Kencang, Petugas Pajak Datangi Usaha Studio Foto

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia