Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Tindakan Penyelamatan Dilaksanakan Oktober

0
0
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (tengah) (Foto: Setkab)

JAKARTA, DDTCNews -- Pemerintah telah memproyeksikan terjadinya shortfall yang lebih besar dari Rp219 triliun, hal ini akan terjadi jika program pengampunan pajak tidak mampu mencapai target penerimaan uang tebusan yang ditargetkan sebesar Rp165 triliun

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan pemerintah akan melakukan upaya untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 jika program pengampunan pajak tidak mampu mencapai targetnya. Namun upaya penyelamatan tersebut baru akan dilaksanakan setelah periode pertama berakhir, yaitu setelah bulan September 2016.

"Kami perlu memantau terlebih dulu, sekaligus memproyeksikan jumlah penerimaan tax amnesty pada bulan September serta penerimaan total periode pertama. Kami hari ini akan mengadakan rapat terkait hal tersebut," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/9).

Baca Juga: PNBP Masih Tumbuh Double Digit, Apa Pendorongnya?

Ia menambahkan, keputusan untuk memangkas kembali anggaran akan bergantung pada hasil rapat yang akan dilaksanakan hari ini, serta juga bergantung pada penerimaan tax amnesty. Hal ini akan berpotensi pada pemangkasan anggaran yang bisa terjadi untuk ketiga kalinya.

Namun, ia enggan untuk berbicara lebih mengenai pemangkasan anggaran yang diperkirakan akan terjadi lagi jika program pengampunan pajak tidak mampu mencapai target penerimaan dari uang tebusannya. Karena jika pemerintah melakukan pemangkasan anggaran, maka perlu memerhatikan sejumlah dampak yang akan terjadi.

Sebelumnya, pemerintah telah memproyeksikan shortfall yang akan terjadi yakni sebesar Rp219 triliun. Hingga saat ini pemerintah masih menggunakan proyeksi shortfall tersebut dan juga menggunakan target uang tebusan program pengampunan pajak yang sebesar Rp165 triliun.

Baca Juga: Setoran Pajak Diproyeksi Hanya Tumbuh 9,5%, Ini Langkah Sri Mulyani

Penerimaan uang tebusan program pengampunan pajak yang sangat jauh dari target, menjadikan pemerintah untuk melakukan sejumlah upaya tambahan untuk meminimalisir shortfall. Tapi untuk menanggulangi shortfall, khususnya dari sektor perpajakan, pemerintah perlu menunggu periode pertama program pengampunan pajak berakhir.

"Kami perlu memantau dulu hingga akhir September, karena pada akhir September baru kita akan bisa menentukan upaya yang akan dilakukan untuk menyelamatkan APBN 2016," tutupnya. (Bsi)

Baca Juga: Defisit Melebar, Sri Mulyani Belum Lirik Opsi Perubahan APBN 2019

"Kami perlu memantau terlebih dulu, sekaligus memproyeksikan jumlah penerimaan tax amnesty pada bulan September serta penerimaan total periode pertama. Kami hari ini akan mengadakan rapat terkait hal tersebut," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/9).

Baca Juga: PNBP Masih Tumbuh Double Digit, Apa Pendorongnya?

Ia menambahkan, keputusan untuk memangkas kembali anggaran akan bergantung pada hasil rapat yang akan dilaksanakan hari ini, serta juga bergantung pada penerimaan tax amnesty. Hal ini akan berpotensi pada pemangkasan anggaran yang bisa terjadi untuk ketiga kalinya.

Namun, ia enggan untuk berbicara lebih mengenai pemangkasan anggaran yang diperkirakan akan terjadi lagi jika program pengampunan pajak tidak mampu mencapai target penerimaan dari uang tebusannya. Karena jika pemerintah melakukan pemangkasan anggaran, maka perlu memerhatikan sejumlah dampak yang akan terjadi.

Sebelumnya, pemerintah telah memproyeksikan shortfall yang akan terjadi yakni sebesar Rp219 triliun. Hingga saat ini pemerintah masih menggunakan proyeksi shortfall tersebut dan juga menggunakan target uang tebusan program pengampunan pajak yang sebesar Rp165 triliun.

Baca Juga: Setoran Pajak Diproyeksi Hanya Tumbuh 9,5%, Ini Langkah Sri Mulyani

Penerimaan uang tebusan program pengampunan pajak yang sangat jauh dari target, menjadikan pemerintah untuk melakukan sejumlah upaya tambahan untuk meminimalisir shortfall. Tapi untuk menanggulangi shortfall, khususnya dari sektor perpajakan, pemerintah perlu menunggu periode pertama program pengampunan pajak berakhir.

"Kami perlu memantau dulu hingga akhir September, karena pada akhir September baru kita akan bisa menentukan upaya yang akan dilakukan untuk menyelamatkan APBN 2016," tutupnya. (Bsi)

Baca Juga: Defisit Melebar, Sri Mulyani Belum Lirik Opsi Perubahan APBN 2019
Topik : shortfall pajak, sri mulyani, APBN, tax amnesty
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 10 Juli 2019 | 10:31 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Rabu, 10 Juli 2019 | 12:54 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL