Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Tiga Profesional DDTC Belajar PPh Singapura

8
8

Rinan Auvi Metally, Dwi Wahyuni, dan Khisi Armaya Dhora di Carlton Hotel Singapore.

SINGAPURA, DDTCNews – Akhir April ini, tepatnya pada tanggal 26 April 2018, DDTC kembali mengirimkan tiga profesionalnya untuk mengikuti kursus Fundamental of Corporate Tax di Singapura. Kursus tersebut diselenggarakan oleh Takx Solution Pte Ltd dan berlangsung selama sehari penuh di Carlton Hotel Singapore.

Program ini dibawakan oleh Lim Lian Soon, seorang profesional yang telah mengajar sejak tahun 1975 di berbagai organisasi pendidikan termasuk Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA), Singapore Association of the Institute of Chartered Secretaries and Administrators (SAICSA), dan berpengalaman mengisi in house training di berbagai badan pemerintah, badan pembuat Undang-Undang dan juga badan swasta. Pengajar juga merupakan Ketua Pemeriksa Badan Profesional dan merupakan Dewan Akademik Akuntansi Singapura.

Secara umum, kursus ini diselenggarakan untuk membantu para peserta mengetahui konsep dasar dari Singapore Corporate Tax. Untuk itu pembahasan dalam kursus ini terbagi dalam beberapa topik yang diawali dari gambaran umum mengenai sistem pajak di Singapura. Pada sesi ini akan dipaparkan mengenai konsep dasar dari sistem Pajak Penghasilan (PPh) di Singapura.

Baca Juga: Setelah 26 Tahun, Konglomerat Keluhkan Lagi Tingginya Pajak Warisan

Kemudian, sesi selanjutnya akan dikenalkan mulai dari hal-hal administratif dan berbagai konsep PPh Badan. Misal, biaya-biaya yang diperbolehkan dalam PPh (general rules of deductibility of expenses), perlakuan pajak terhadap kerugian, berbagai tunjangan/kemudahan PPh di Singapura, dan permasalahan dalam withholding tax.

Tiga profesional DDTC yang dikirimkan untuk berpartisipasi dalam kursus tersebut adalah Rinan Auvi Metally, Khisi Armaya Dhora, dan Dwi Wahyuni. Program ini dilakukan dalam rangka persiapan profesional DDTC untuk mengikuti sertifikasi Advances Diploma in International Taxation (ADIT) dari Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris.

Sebagai informasi, ketiganya merupakan profesional DDTC yang telah lulus ujian sertifikasi ADIT dari CIOT, Inggris di bidang perpajakan internasional (Paper 1 – Pajak International) dan saat ini sedang mempersiapkan Paper 2Country Option. Adapun dalam Paper 2 – Country Option, peserta diwajibkan untuk mengambil ujian mengenai pajak dari negara-negara yang dipilih oleh penyelenggara dan dalam hal ini, Rinan, Khisi, dan Dwi memilih Paper Singapore Option.

Baca Juga: Ini 3 Kriteria Fundamental Peraturan CFC di Berbagai Negara

Sebagai tambahan, program kursus ini merupakan salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP) DDTC yang diberikan kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kursus di mancanegara, termasuk beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.*

Secara umum, kursus ini diselenggarakan untuk membantu para peserta mengetahui konsep dasar dari Singapore Corporate Tax. Untuk itu pembahasan dalam kursus ini terbagi dalam beberapa topik yang diawali dari gambaran umum mengenai sistem pajak di Singapura. Pada sesi ini akan dipaparkan mengenai konsep dasar dari sistem Pajak Penghasilan (PPh) di Singapura.

Baca Juga: Setelah 26 Tahun, Konglomerat Keluhkan Lagi Tingginya Pajak Warisan

Kemudian, sesi selanjutnya akan dikenalkan mulai dari hal-hal administratif dan berbagai konsep PPh Badan. Misal, biaya-biaya yang diperbolehkan dalam PPh (general rules of deductibility of expenses), perlakuan pajak terhadap kerugian, berbagai tunjangan/kemudahan PPh di Singapura, dan permasalahan dalam withholding tax.

Tiga profesional DDTC yang dikirimkan untuk berpartisipasi dalam kursus tersebut adalah Rinan Auvi Metally, Khisi Armaya Dhora, dan Dwi Wahyuni. Program ini dilakukan dalam rangka persiapan profesional DDTC untuk mengikuti sertifikasi Advances Diploma in International Taxation (ADIT) dari Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris.

Sebagai informasi, ketiganya merupakan profesional DDTC yang telah lulus ujian sertifikasi ADIT dari CIOT, Inggris di bidang perpajakan internasional (Paper 1 – Pajak International) dan saat ini sedang mempersiapkan Paper 2Country Option. Adapun dalam Paper 2 – Country Option, peserta diwajibkan untuk mengambil ujian mengenai pajak dari negara-negara yang dipilih oleh penyelenggara dan dalam hal ini, Rinan, Khisi, dan Dwi memilih Paper Singapore Option.

Baca Juga: Ini 3 Kriteria Fundamental Peraturan CFC di Berbagai Negara

Sebagai tambahan, program kursus ini merupakan salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP) DDTC yang diberikan kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kursus di mancanegara, termasuk beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.*

Topik : HRDP, Reportase
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 05 Juli 2019 | 18:25 WIB
LAPORAN DDTC DARI AUSTRIA
Senin, 05 Agustus 2019 | 10:51 WIB
LAPORAN DDTC DARI SEOUL
Senin, 27 Juni 2016 | 18:54 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 22 April 2018 | 06:34 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
berita pilihan
Sabtu, 07 Juli 2018 | 19:55 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Kamis, 08 Maret 2018 | 07:04 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI LONDON
Sabtu, 30 Juni 2018 | 06:34 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR
Senin, 02 Juli 2018 | 23:31 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR
Senin, 03 September 2018 | 22:53 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI HARVARD UNIVERSITY
Kamis, 04 Juli 2019 | 13:50 WIB
OLEH-OLEH DARI AMSTERDAM
Senin, 17 September 2018 | 07:24 WIB
LAPORAN DDTC DARI WU AUSTRIA
Jum'at, 21 September 2018 | 20:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI WU AUSTRIA
Kamis, 06 Juli 2017 | 16:45 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA (3)
Selasa, 14 Maret 2017 | 09:10 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA (2)