Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Rabu, 21 November 2018 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 20 November 2018 | 18:16 WIB
IRLANDIA
Selasa, 20 November 2018 | 18:00 WIB
BELANDA
 
Review
Rabu, 21 November 2018 | 08:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 November 2018 | 11:27 WIB
ANALISIS PAJAK INTERNASIONAL
Senin, 19 November 2018 | 07:12 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
Senin, 12 November 2018 | 16:42 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (13)
Kamis, 08 November 2018 | 15:49 WIB
KAMUS PAJAK
 
Data & alat
Rabu, 14 November 2018 | 09:28 WIB
KURS PAJAK 14-20 NOVEMBER 2018
Rabu, 07 November 2018 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 7-13 NOVEMBER 2018
Rabu, 31 Oktober 2018 | 09:23 WIB
KURS PAJAK 31 OKTOBER 2018-6 NOVEMBER 2018
 
Komunitas
Kamis, 15 November 2018 | 14:45 WIB
KUNJUNGAN PENDIDIKAN
Rabu, 14 November 2018 | 18:51 WIB
SEMINAR UNIVERSITAS MARANATHA
Senin, 12 November 2018 | 18:10 WIB
BEASISWA
 
Reportase

'Tak Ada yang Pasti Kecuali Kematian & Pajak'

1

“IN this world nothing can be said to be certain, except death and taxes,” tulis Benjamin Franklin dalam suratnya kepada Jean-Baptiste Le Roy pada 1789. Kutipan ini lantas menjadi populer setelah surat-surat Franklin diterbitkan pada 1817 dengan judul The Works of Benjamin Franklin.

Apa yang dikatakan Franklin dalam suratnya tersebut tidak berlebihan. Pada dasarnya semua mahluk hidup di dunia pasti akan mati. Dan tingkat ‘kepastian hukum’ kematian tersebut mungkin hanya bisa disamakan dengan tingkat 'kepastian hukum’ pajak, kewajiban yang hampir tidak mungkin dihindari.

Franklin memang bukan yang pertama memararelkan ‘tingkat kepastian hukum’ kematian dan pajak. Daniel Defoe telah menuliskannya dalam The Political History of the Devil pada 1726. Namun, kutipan tersebut memang baru populer setelah ditulis Franklin, sosok yang terkenal bijaksana itu.

Baca Juga: Perlakuan Pengenaan PPh Pasal 21

Kebetulan, Franklin sekaligus adalah jurnalis, politisi, ilmuwan, diplomat, dan inisiator Declaration of Independence AS. Atas kombinasi kebijaksanaan dan popularitas itulah, meski tak pernah jadi orang nomor satu di AS, wajah salah satu Bapak Bangsa AS ini didapuk tercetak di dolar AS nominal tertinggi, US$100. (Bsi)

Franklin memang bukan yang pertama memararelkan ‘tingkat kepastian hukum’ kematian dan pajak. Daniel Defoe telah menuliskannya dalam The Political History of the Devil pada 1726. Namun, kutipan tersebut memang baru populer setelah ditulis Franklin, sosok yang terkenal bijaksana itu.

Baca Juga: Perlakuan Pengenaan PPh Pasal 21

Kebetulan, Franklin sekaligus adalah jurnalis, politisi, ilmuwan, diplomat, dan inisiator Declaration of Independence AS. Atas kombinasi kebijaksanaan dan popularitas itulah, meski tak pernah jadi orang nomor satu di AS, wajah salah satu Bapak Bangsa AS ini didapuk tercetak di dolar AS nominal tertinggi, US$100. (Bsi)

Topik : kepastian hukum, pajak
artikel terkait
Rabu, 09 Agustus 2017 | 16:45 WIB
MUSTAFA KEMAL ATATURK:
Jum'at, 24 Februari 2017 | 17:54 WIB
SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO:
Selasa, 09 Mei 2017 | 18:55 WIB
SATRIO BUDIHARDJO JOEDONO:
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
berita pilihan
Rabu, 02 November 2016 | 19:30 WIB
THE BEATLES:
Jum'at, 24 Februari 2017 | 17:54 WIB
SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO:
Senin, 09 Januari 2017 | 20:39 WIB
SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA:
Selasa, 09 Mei 2017 | 18:55 WIB
SATRIO BUDIHARDJO JOEDONO:
Senin, 17 Oktober 2016 | 21:02 WIB
RONALD REAGAN:
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
Kamis, 13 April 2017 | 19:15 WIB
PRESIDEN SOEHARTO:
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:46 WIB
PANGERAN DIPONEGORO:
Kamis, 08 Desember 2016 | 19:23 WIB
OLIVER WENDELL HOLMES JR:
Senin, 12 Juni 2017 | 18:30 WIB
NELSON MANDELA:
1