Fokus
Literasi
Rabu, 08 April 2020 | 14:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 08 April 2020 | 12:16 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 07 April 2020 | 16:54 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 07 April 2020 | 15:20 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Komunitas
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Reportase

'Tak Ada yang Pasti Kecuali Kematian & Pajak'

A+
A-
10
A+
A-
10
'Tak Ada yang Pasti Kecuali Kematian & Pajak'

“IN this world nothing can be said to be certain, except death and taxes,” tulis Benjamin Franklin dalam suratnya kepada Jean-Baptiste Le Roy pada 1789. Kutipan ini lantas menjadi populer setelah surat-surat Franklin diterbitkan pada 1817 dengan judul The Works of Benjamin Franklin.

Apa yang dikatakan Franklin dalam suratnya tersebut tidak berlebihan. Pada dasarnya semua mahluk hidup di dunia pasti akan mati. Dan tingkat ‘kepastian hukum’ kematian tersebut mungkin hanya bisa disamakan dengan tingkat 'kepastian hukum’ pajak, kewajiban yang hampir tidak mungkin dihindari.

Franklin memang bukan yang pertama memararelkan ‘tingkat kepastian hukum’ kematian dan pajak. Daniel Defoe telah menuliskannya dalam The Political History of the Devil pada 1726. Namun, kutipan tersebut memang baru populer setelah ditulis Franklin, sosok yang terkenal bijaksana itu.

Baca Juga: Ikuti Sarawak, Sabah Terapkan PPn Produk Migas 5%

Kebetulan, Franklin sekaligus adalah jurnalis, politisi, ilmuwan, diplomat, dan inisiator Declaration of Independence AS. Atas kombinasi kebijaksanaan dan popularitas itulah, meski tak pernah jadi orang nomor satu di AS, wajah salah satu Bapak Bangsa AS ini didapuk tercetak di dolar AS nominal tertinggi, US$100. (Bsi)

Franklin memang bukan yang pertama memararelkan ‘tingkat kepastian hukum’ kematian dan pajak. Daniel Defoe telah menuliskannya dalam The Political History of the Devil pada 1726. Namun, kutipan tersebut memang baru populer setelah ditulis Franklin, sosok yang terkenal bijaksana itu.

Baca Juga: Ikuti Sarawak, Sabah Terapkan PPn Produk Migas 5%

Kebetulan, Franklin sekaligus adalah jurnalis, politisi, ilmuwan, diplomat, dan inisiator Declaration of Independence AS. Atas kombinasi kebijaksanaan dan popularitas itulah, meski tak pernah jadi orang nomor satu di AS, wajah salah satu Bapak Bangsa AS ini didapuk tercetak di dolar AS nominal tertinggi, US$100. (Bsi)

Topik : kutipan, kepastian hukum, pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Selasa, 07 April 2020 | 16:12 WIB
KONSULTASI
Selasa, 07 April 2020 | 15:20 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 07 April 2020 | 14:52 WIB
KOTA SURABAYA
berita pilihan
Rabu, 08 April 2020 | 15:05 WIB
MALAYSIA
Rabu, 08 April 2020 | 14:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 08 April 2020 | 14:19 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 08 April 2020 | 13:57 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 08 April 2020 | 13:36 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 08 April 2020 | 12:16 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 08 April 2020 | 12:07 WIB
SINGAPURA
Rabu, 08 April 2020 | 12:00 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 08 April 2020 | 11:45 WIB
KABUPATEN KARANGASEM