Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Sri Mulyani Sebut Investasi di Bidang Pendidikan Lebih Menguntungkan

A+
A-
2
A+
A-
2
Sri Mulyani Sebut Investasi di Bidang Pendidikan Lebih Menguntungkan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Merdeka Belajar episode 21, Senin (27/6/2022).

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut investasi di bidang pendidikan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Sri Mulyani mengatakan seluruh negara, termasuk Indonesia, memiliki fokus yang besar untuk berinvestasi di bidang pendidikan. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan harus dilakukan sejak awal sehingga keuntungannya terasa lebih besar pada masa depan.

"Makin muda investasinya, memang paling tinggi rate of return-nya," katanya dalam acara Merdeka Belajar episode 21, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Sri Mulyani menuturkan investasi di bidang pendidikan perlu dilakukan sejak level usia dini hingga pendidikan tinggi. Apalagi, undang-undang telah mengamanatkan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan minimum 20% dari APBN sejak 2009.

Dia menyebut alokasi anggaran pendidikan yang besar akan menjadi investasi bagi negara untuk menciptakan SDM yang unggul. Berbagai inovasi juga dilakukan untuk mengoptimalkan dampak dari anggaran pendidikan yang dibelanjakan.

Menkeu menjelaskan Presiden Joko Widodo memiliki gagasan untuk membuat dana abadi perguruan tinggi sebagai strategi memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat tinggi. Dia pun kemudian harus merumuskan dana abadi tersebut secara efektif guna mendukung kemampuan finansial kampus di Indonesia.

Baca Juga: APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Saat ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah menyiapkan dana abadi untuk perguruan tinggi senilai Rp7 triliun. Bunga dari dana abadi tersebut lantas disalurkan kepada perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH) setelah berhasil menggalang dana dari masyarakat.

"Seharusnya tahun 2022 ini, kami bisa mau menambah lagi, tapi karena perpres-nya waktu itu belum keluar-keluar, dalam UU APBN 2022 belum ada landasan hukum, saya belum berani alokasikan lebih banyak lagi," ujarnya. (rig)

Baca Juga: Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya
Topik : menkeu sri mulyani, investasi, sektor pendidikan, dana abadi, perguruan tinggi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Muhammad 280494

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:32 WIB
wah menarik nih jika dapat berjalan dengan baik jenis investasi ini, selain investasi ini dapat membantu perkembangan suatu negara, investasi jenis ini pun tak lekang termakan usia (tak akan habis).
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal Implementasi Pajak Karbon pada Tahun Ini, Begini Pernyataan BKF

Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:00 WIB
MALAYSIA

Begini Strategi Malaysia Pastikan Ekspatriat Patuh Pajak

Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

berita pilihan

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Anda Cuan Banyak Tahun Ini? Ingat, Angsuran PPh 25 Bisa Dinaikkan DJP

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PMK 112/2022

NIK Jadi NPWP, Bayi Lahir Sudah Menanggung Pajak? Simak Penjelasan DJP

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:45 WIB
PER-11/PJ/2022

Aturan Baru Faktur Pajak di PER-11/PJ/2022, Ini Poin-Poin Perubahannya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PER-11/PJ/2022

Ada PER-11/PJ/2022, Simak Contoh Pencantuman Alamat PKP Pembeli

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Posisi Utang Pemerintah Hingga Juli 2022 Capai Rp7.163,12 Triliun

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KOTA SALATIGA

Tekan Kecurangan, Daerah Ini Pasang Tapping Box di 50 Tempat Usaha

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Mengenal Dwelling Time

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Juli, Pajak Daerah Berbasis Konsumsi Catatkan Kinerja Positif

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:01 WIB
PER-11/PJ/2022

Aturan Soal Faktur Pajak Direvisi, Ketentuan Alamat PKP Pembeli Diubah

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Kasus Pencucian Uang, Ditjen Pajak Sita 6 Aset Milik Tersangka