Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Sri Mulyani Ingin Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS, Ini Jurusnya

A+
A-
0
A+
A-
0
Sri Mulyani Ingin Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS, Ini Jurusnya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung upaya Bank Indonesia (BI) mendorong transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dengan negara-negara mitra dagang.

Sri Mulyani mengatakan LCS yang berjalan selama ini telah menunjukkan dampak positif pada perekonomian di dalam negeri. Selain itu, LCS juga akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap mata uang asing tertentu, terutama dolar AS.

"Sangat penting untuk meningkatkan transaksi yang menggunakan mata uang lokal dan memfasilitasi nilai investasi yang lebih besar. Ini akan mengurangi ketergantungan dari penggunaan satu mata uang, khususnya dolar [AS]," katanya dalam Side Event Presidensi G-20 Indonesia 'Managing Risk of the Exit Policy Dynamics through More Diversified Currency to Support Global Trade and Investment', Rabu (16/2/2022).

Baca Juga: Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Sri Mulyani mengatakan Indonesia telah memulai inisiatif LCS bersama sejumlah negara mitra yakni Malaysia, Thailand, Jepang, dan China. Melalui kerja sama itu, transaksi yang dilakukan dapat menggunakan mata uang lokal sehingga akan mempererat kedekatan kedua negara.

Kemudian, dia menilai LCS juga akan menurunkan biaya transaksi lantaran pelaku perdagangan tidak perlu lagi melakukan konversi mata uang lokal ke dolar AS. Secara lebih luas, LCS akan menciptakan jaring pengaman transaksi keuangan dan mengurangi volatilitas terhadap berbagai risiko global.

Sri Mulyani juga menyarankan BI terus memperluas kerja sama LCS dengan negara lain, terutama di kawasan Asean.

Baca Juga: Setoran Pajak PPS Tembus Rp61 Triliun, Sri Mulyani: Kami Belum Puas

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan nilai transaksi menggunakan LCS pada 2021 mencapai US$2,53 miliar. Angka itu naik 3 kali lipat dari data tahun sebelumnya yang senilai US$797 juta.

Menurutnya, transaksi LCS berpotensi terus meningkat karena BI berupaya menambah negara yang dapat menjadi mitra bertransaksi menggunakan mata uang lokal. Adapun pada tahun ini, transaksinya ditargetkan naik 10% dari tahun lalu.

"Kami mencari mitra-mitra lain di kawasan agar kerja sama LSC semakin kuat dan mendukung stabilitas mata uang kita," ujarnya. (sap)

Baca Juga: Setoran Pajak Seluruh Sektor Utama Positif, Begini Perinciannya

Topik : perdagangan, ekspor, impor, transaksi bilateral, local currency settlements, LCS, Sri Mulyani

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Double Digit Belum Tentu Lanjut Terus

Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:45 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA

Akomodir Korban Robot Trading, Bappebti Tambah Kanal Pengaduan Nasabah

Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Termasuk Insentif Perpajakan, Dana PEN Baru Terserap Rp113,5 Triliun

Jum'at, 24 Juni 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran Pajak Seluruh Sektor Utama Tumbuh Dua Digit, Ini Perinciannya

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet