Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sisa Piutang yang Tak Tertagih Bolehkah Jadi Biaya Fiskal?

1
1

Pertanyaan:

SAYA adalah staf pajak di sebuah bank syariah. Pada tahun lalu, kami membentuk akun cadangan untuk piutang tak tertagih. Sedangkan pada tahun ini, perusahaan memperkirakan bahwa piutang yang tak tertagih akan melebihi akun cadangan yang telah kami buat tahun lalu. Bagaimana perlakuan pajak atas selisih antara realisasi piutang tak tertagih dengan akun cadangan piutang tak tertagih tersebut?

Winata, Jakarta.

Jawaban:

TERIMA kasih Ibu Winata atas pertanyaannya. Mekanisme pembentukan cadangan kerugian piutang telah diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 (selanjutnya disebut UU PPh).

Pasal 9 ayat (1) UU PPh mengatur bahwa penentuan besarnya penghasilan kena pajak tidak boleh dikurangkan dengan cadangan piutang tak tertagih, kecuali untuk beberapa sektor tertentu di antaranya sektor perbankan. Dengan kata lain, sektor perbankan diperkenankan untuk membentuk cadangan untuk piutang tak tertagih, dan dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak.

Mekanisme terkait dengan selisih lebih atau kurang atas realisasi piutang tak tertagih dengan akun cadangan piutang tak tertagih dalam bank syariah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 81/PMK.03/2009 tentang Pembentukan atau Pemupukan Dana Cadangan yang Boleh Dikurangkan sebagai Biaya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 219/PMK.011/2012 (selanjutnya disebut PMK 219/2012).

Pasal 3 ayat (4), (5), dan (6) PMK 219/2012 mengatur bahwa:

(4)    Kerugian yang berasal dari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dibebankan pada perkiraan cadangan piutang tak tertagih.               

(5)    Dalam hal jumlah cadangan piutang tak tertagih seluruhnya atau sebagian tidak dipakai untuk menutup kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (4), jumlah kelebihan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai penghasilan.

(6)    Dalam hal jumlah cadangan piutang tak tertagih dipakai untuk menutup kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) namun tidak mencukupi, jumlah kekurangan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai kerugian.

Berdasarkan aturan tersebut, maka untuk kasus Ibu Winata di mana diperkirakan pada tahun ini piutang yang tak tertagih melebihi akun cadangan piutang tak tertagih, maka sisa piutang yang tak tertagih dijadikan sebagai kerugian dan menjadi pengurang penghasilan kena pajak atau dengan kata lain boleh dibebankan secara fiskal.

Demikian jawaban kami. Semoga membantu. (Disclaimer)

Topik : konsultasi pajak, piutang tak tertagih, cadangan piutang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 26 September 2016 | 10:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 20 Oktober 2016 | 15:35 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 03 Juni 2016 | 17:43 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 18 Agustus 2016 | 10:31 WIB
KONSULTASI PAJAK
berita pilihan
Senin, 26 September 2016 | 10:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 20 Oktober 2016 | 15:35 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 18 Agustus 2016 | 10:31 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 21 Agustus 2017 | 10:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Sabtu, 16 Juni 2018 | 17:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 30 Juli 2019 | 11:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:46 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 25 Januari 2017 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 01 November 2018 | 08:01 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Jum'at, 26 Januari 2018 | 18:35 WIB
KONSULTASI PAJAK