Review
Senin, 06 April 2020 | 19:46 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Fokus
Literasi
Senin, 06 April 2020 | 19:16 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 18:50 WIB
TIPS E-BUPOT
Senin, 06 April 2020 | 16:43 WIB
REKONSILIASI FISKAL (11)
Senin, 06 April 2020 | 15:28 WIB
JAGDISH BHAGWATI
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Kolaborasi
Senin, 06 April 2020 | 18:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 06 April 2020 | 09:40 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN
Senin, 06 April 2020 | 07:00 WIB
SAMBUTAN KETUM KADIN
Reportase

Sisa Piutang yang Tak Tertagih Bolehkah Jadi Biaya Fiskal?

A+
A-
1
A+
A-
1
Sisa Piutang  yang Tak Tertagih Bolehkah Jadi Biaya Fiskal?

Pertanyaan:

SAYA adalah staf pajak di sebuah bank syariah. Pada tahun lalu, kami membentuk akun cadangan untuk piutang tak tertagih. Sedangkan pada tahun ini, perusahaan memperkirakan bahwa piutang yang tak tertagih akan melebihi akun cadangan yang telah kami buat tahun lalu. Bagaimana perlakuan pajak atas selisih antara realisasi piutang tak tertagih dengan akun cadangan piutang tak tertagih tersebut?

Winata, Jakarta.

Jawaban:

TERIMA kasih Ibu Winata atas pertanyaannya. Mekanisme pembentukan cadangan kerugian piutang telah diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 (selanjutnya disebut UU PPh).

Pasal 9 ayat (1) UU PPh mengatur bahwa penentuan besarnya penghasilan kena pajak tidak boleh dikurangkan dengan cadangan piutang tak tertagih, kecuali untuk beberapa sektor tertentu di antaranya sektor perbankan. Dengan kata lain, sektor perbankan diperkenankan untuk membentuk cadangan untuk piutang tak tertagih, dan dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak.

Mekanisme terkait dengan selisih lebih atau kurang atas realisasi piutang tak tertagih dengan akun cadangan piutang tak tertagih dalam bank syariah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 81/PMK.03/2009 tentang Pembentukan atau Pemupukan Dana Cadangan yang Boleh Dikurangkan sebagai Biaya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 219/PMK.011/2012 (selanjutnya disebut PMK 219/2012).

Pasal 3 ayat (4), (5), dan (6) PMK 219/2012 mengatur bahwa:

(4)    Kerugian yang berasal dari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dibebankan pada perkiraan cadangan piutang tak tertagih.               

(5)    Dalam hal jumlah cadangan piutang tak tertagih seluruhnya atau sebagian tidak dipakai untuk menutup kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (4), jumlah kelebihan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai penghasilan.

(6)    Dalam hal jumlah cadangan piutang tak tertagih dipakai untuk menutup kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) namun tidak mencukupi, jumlah kekurangan cadangan tersebut diperhitungkan sebagai kerugian.

Berdasarkan aturan tersebut, maka untuk kasus Ibu Winata di mana diperkirakan pada tahun ini piutang yang tak tertagih melebihi akun cadangan piutang tak tertagih, maka sisa piutang yang tak tertagih dijadikan sebagai kerugian dan menjadi pengurang penghasilan kena pajak atau dengan kata lain boleh dibebankan secara fiskal.

Demikian jawaban kami. Semoga membantu. (Disclaimer)

Topik : konsultasi pajak, piutang tak tertagih, cadangan piutang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000

Ali Zeindra

Selasa, 11 Februari 2020 | 07:58 WIB
Singkat dan cukup jelas
1
artikel terkait
Selasa, 06 November 2018 | 07:08 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 05 November 2018 | 06:58 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Kamis, 01 November 2018 | 08:01 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Rabu, 24 Oktober 2018 | 07:42 WIB
KONSULTASI PAJAK
berita pilihan
Senin, 06 April 2020 | 19:46 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 06 April 2020 | 19:16 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 19:15 WIB
PERPRES 54/2020
Senin, 06 April 2020 | 18:50 WIB
TIPS E-BUPOT
Senin, 06 April 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 18:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 06 April 2020 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 06 April 2020 | 17:02 WIB
KABUPATEN SLEMAN
Senin, 06 April 2020 | 16:43 WIB
REKONSILIASI FISKAL (11)
Senin, 06 April 2020 | 16:12 WIB
PELAPORAN SPT