Berita
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Reportase
Glosarium

Simak, Sri Mulyani Cerita Soal Rencana Belanja Teknologi 2021

A+
A-
1
A+
A-
1
Simak, Sri Mulyani Cerita Soal Rencana Belanja Teknologi 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Southeast Asia Development Symposium yang diadakan ADB, Rabu (21/10/2020).

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan rencana belanja pemerintah dalam mendukung pengembangan teknologi informasi dan informatika (TIK) di tengah pandemi Covid-19.

Sri Mulyani menyebut pemerintah telah menganggarkan Rp29,6 triliun atau US$2 miliar untuk belanja TIK pada APBN 2021. Belanja itu, sambungnya, sejalan dengan upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari tekanan pandemi sekaligus memperkuat reformasi.

“Kami tidak akan menyia-nyiakan krisis Covid-19 untuk mempercepat reformasi. Defisit fiskal tahun depan ditetapkan sebesar 5,7% dari PDB dengan tetap mengakomodasi banyak prioritas, termasuk investasi di bidang TIK," katanya dalam Southeast Asia Development Symposium yang diadakan ADB, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Harap UU Cipta Kerja Bikin Kesadaran Pajak Meningkat

Sri Mulyani mengatakan belanja TIK itu akan berfokus pada akselerasi transformasi digital untuk penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan cepat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan.

Pemerintah juga ingin mengoptimalkan infrastruktur dan layanan bersama serta mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah prioritas pembangunan. Pemerintah juga mendorong kesetaraan dengan penyediaan akses internet pada sekitar 12.377 lokasi layanan publik.

Saat ini, lanjut dia, sekitar 12.000 desa di Indonesia belum terkoneksi internet. Pemerintah menargetkan 4.000 desa dan beberapa kabupaten agar dapat akses internet tahun depan untuk mewujudkan digitalisasi. Penyediaan infrastruktur di wilayah terpencil harus segera terealisasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Terbitkan PMK Baru Soal Penagihan Pajak

Selain menggunakan APBN, Sri Mulyani menyebut pemerintah juga berupaya mewujudkan akses internet cepat menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), seperti pada proyek palapa ring.

Pembangunan jaringan serat optik sepanjang 35 kilometer itu tidak hanya untuk sarana komunikasi, tetapi juga untuk menunjang layanan kesehatan yang berkualitas

"Kebijakan kami untuk mengarahkan reformasi, termasuk digitalisasi, yang direfleksikan pada APBN 2021," ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan berat dalam semua aktivitas masyarakat. Sayangnya, hanya 1 dari 5 pekerjaan yang dapat beralih ke teknologi.

Dengan kondisi itu, menurutnya, pemerintah terus mengupayakan masyarakat dapat turut memanfaatkan TIK dalam kegiatan ekonominya, terutama kelompok UMKM. Selain itu, fasilitas TIK juga dibutuhkan para pelajar yang tidak bisa bersekolah secara normal akibat pembatasan sosial. (kaw)

Baca Juga: APBN 2021, Sri Mulyani: Kami Akan Membelanjakan Rp2.750 Triliun

Topik : belanja, APBN 2021, Sri Mulyani, teknologi informasi dan komunikasi, TIK, reformasi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 25 November 2020 | 13:09 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Rabu, 25 November 2020 | 12:03 WIB
APBN 2021
Selasa, 24 November 2020 | 16:43 WIB
PMK 147/2020
Selasa, 24 November 2020 | 16:04 WIB
PMK 147/2020
berita pilihan
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:44 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:16 WIB
PMK 189/2020