Review
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:08 WIB
Seri Tax Control Framework (7)
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Respons Lonjakan Tarif Pajak, Pengusaha Rokok Mulai Naikkan Harga

A+
A-
0
A+
A-
0
Respons Lonjakan Tarif Pajak, Pengusaha Rokok Mulai Naikkan Harga

KAIRO, DDTCNews – Pengusaha rokok Mesir menaikkan harga rokok hingga 10%-15% sebagai penyesuaian terhadap aturan pajak baru yang sudah berlaku beberapa waktu lalu. Kenaikan itu akan menjadikan harga sebungkus rokok di Mesir berkisar EGP16-EGP33 atau Rp12.971-Rp26.754.

Ketua The Eastern Tobacco Company Mesir Mohamed Osman Haroun mengatakan peningkatan tarif pajak pada rokok sebagai upaya pemerintah dalam memperbaiki anggaran yang akan dialokasikan pada program kesehatan masyarakat.

“Program kesehatan yang menjadi sasaran pemerintah yakni peningkatan kualitas layanan rumah sakit umum dan meningkatkan biaya asuransi bulanan warganya,” katanya di Kairo, seperti ditulis Middleeasteye.net pada Kamis (18/7).

Baca Juga: Apa Bedanya Cukai Rokok dan Pajak Rokok? Simak di Sini

Haroun menegaskan keputusan pemerintah untuk meningkatkan tarif pajak rokok tidak hanya berlaku pada rokok produsi domestik saja, melainkan juga berlaku pada rokok hasil produksi luar negeri atau impor.

Menurutnya konsumen rokok di Mesir pun cukup tinggi yakni mencapai puluhan miliar batang per tahunnya. “Konsumsi rokok di Mesir mencapai 280 juta batang per hari atau 83 miliar batang per tahun,” tuturnya.

Kenaikan tarif ini pun sejalan dengan rencana Kementerian Keuangan Mesir yang ingin mengumpulkan penerimaan sebesar EGP58,5 miliar atau Rp47,37 triliun dari pajak pertambahan nilai (PPN) rokok. Target ini dinaikkan dari sebelumnya berkisar EGP51,4 miliar atau Rp41,62 triliun pada 2017.

Baca Juga: Duh, Kepala Otoritas Pajak Ditangkap Karena Terima Suap

Namun, UU Pajak itu dianggap melanggar konstitusi Mesir karena hanya mengalokasikan 1,6% dari PDB untuk anggaran kesehatan, sedangkan konstitusi mengaturnya sebesar 3%. Terlebih timbul klaim peningkatan pajak rokok justru meningkatkan pengeluaran kesehatan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Di samping itu, peningkatan tarif tidak hanya terjadi pada rokok, pemerintah Mesir juga meningkatkan harga bahan bakar, tarif listrik, air dan transportasi pada bulan Juni lalu. Peningkatan harga ini sebagai strategi yang disepakati oleh International Monetary Fund (IMF) agar pemerintah bisa mengurangi defisit anggaran dan meningkatkan pendapatan negara. (Amu)

Baca Juga: Bakal Bentuk Komite, Pemerintah Rencanakan Revisi UU PPN
Topik : berita pajak internasional, pajak rokok, mesir
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 01 Februari 2019 | 15:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:29 WIB
PAJAK EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 25 Januari 2019 | 14:28 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 25 Mei 2020 | 12:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 11:38 WIB
PELAYANAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 11:00 WIB
TIPS PAJAK UMKM
Senin, 25 Mei 2020 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK