Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Realisasi Defisit Kecil, Pembiayaan Utang APBN 2021 Turun 29,5%

A+
A-
1
A+
A-
1
Realisasi Defisit Kecil, Pembiayaan Utang APBN 2021 Turun 29,5%

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mencatat total pembiayaan utang sepanjang 2021 senilai Rp867,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka tersebut turun 29,5% dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp1.229,6 triliun. Menurutnya, pembiayaan utang 2021 turun karena realisasi defisit APBN juga mengecil.

"Karena defisit kita lebih kecil, terlihat sekali di sini bagaimana konsolidasi fiskal kita sudah dimulai," katanya, dikutip Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Sri Mulyani mengatakan pembiayaan utang neto berkurang hingga Rp310 triliun dari target APBN senilai Rp1.177,4 triliun. Menurutnya, penurunan tersebut terjadi di antaranya karena membaiknya penerimaan negara, dan optimalisasi penggunaan saldo anggaran lebih (SAL).

Dia kemudian membandingkan pembiayaan utang pada 2020 yang naik hingga 181% dari 2019 karena APBN mengalami syok akibat pandemi Covid-19. Adapun pada 2019, realisasi pembiayaan utang tercatat hanya Rp437,5 triliun.

Walaupun belum turun ke level sebelum pandemi Covid-19, Sri Mulyani menilai pembiayaan utang 2021 sudah jauh lebih rendah dari yang direncanakan dalam APBN. Menurutnya, penurunan defisit dan pembiayaan harus dilakukan secara hati-hati karena syok pada APBN dapat menyebabkan pemulihan ekonomi mengalami perlemahan.

Baca Juga: Restitusi Pajak Diprediksi Meningkat, DJP: Berkat Tingginya Impor

"Kami harus hati-hati dalam konsolidasi fiskal, tapi ternyata penerimaan pajak bagus, bea cukai bagus, PNBP kuat, sehingga konsolidasi terjadi tanpa kami mengurangi belanja," ujarnya.

Pemerintah mencatat realisasi pendapatan negara sepanjang 2021 senilai Rp2.003,1 triliun atau setara 114,9% dari target Rp1.743,6 triliun. Sementara dari sisi belanja negara, realisasinya Rp2.786,8 triliun atau setara 101,3% dari yang direncanakan senilai Rp2.750,0 triliun.

Dari realisasi tersebut, defisit APBN 2021 senilai Rp783,7 triliun atau hanya 77,9% dari yang direncanakan senilai Rp1.006,4 triliun. Defisit itu setara 4,65% terhadap PDB. (sap)

Baca Juga: Kinerja Tax Effort di Negara-Negara Asia

Topik : utang pemerintah, utang negara, utang Indonesia, kebijakan fiskal, penerimaan pajak, pengumpulkan pajak, APBN, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak, DJP: Bukan untuk UMKM WP Badan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Surat Tanggapan dalam Proses Gugatan Pajak?

Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Sudah Ikut PPS, Gubernur Ajak Warganya Juga Ungkapkan Hartanya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Leburkan Kegiatan Pemeriksaan & Pengawasan, Ternyata Ini Tujuannya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak di e-Faktur 3.2

Jum'at, 27 Mei 2022 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Restitusi Pajak Diprediksi Meningkat, DJP: Berkat Tingginya Impor