Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Rapat Perdana, Dirjen Bea Cukai Minta Kanwil Fokus Pemulihan Ekonomi

A+
A-
6
A+
A-
6
Rapat Perdana, Dirjen Bea Cukai Minta Kanwil Fokus Pemulihan Ekonomi

Dirjen Bea dan Cukai Askolani. (foto: hasil tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews – Dirjen Bea dan Cukai Askolani menyatakan rencana strategis Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) tahun ini akan berfokus dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional dari tekanan pandemi Covid-19.

Saat rapat pimpinan secara virtual yang perdana, ia meminta kepala kantor wilayah DJBC untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi dengan tetap memperhatikan karakteristik dan tantangan yang ada di masing-masing daerah.

"Ada potensi langkah-langkah perbaikan yang akan terus kami lakukan, baik dari sisi makro maupun mikro," katanya, dikutip dari Youtube Kanal Bea Cukai TV, Rabu (17/3/2021).

Baca Juga: Dalam Satu Dekade, Kebocoran Pajak di Negara Ini Tembus Rp333 Triliun

Askolani menuturkan telah menerima laporan mengenai berbagai tantangan yang terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, semua tantangan tersebut harus diperhatikan dan ditangani untuk mendukung pembangunan industri di dalam negeri.

Dalam rencana strategis DJBC 2020-2024 terdapat sejumlah poin yang ingin dikejar di antaranya pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan meliputi pemulihan ekonomi nasional, penguatan harmonisasi dan sinkronisasi fasilitas fiskal, dan peningkatan substitusi impor.

Tak ketinggalan, Askolani menegaskan sinergi antarunit dan aparat penegak hukum juga harus terus dilanjutkan sebagai upaya pengawasan terhadap barang kena cukai (BKC) ilegal dan barang impor ilegal.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut Lelang Barang Sitaan Capai Rp13,5 Triliun

"Tentunya kami melihat kolaborasi atau sinergi dengan pihak eksternal, baik dengan teman-teman di internal Kementerian Keuangan dan juga dengan stakeholders," ujarnya.

Tahun ini, pemerintah menargetkan penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp214,96 triliun, atau naik 1% dari realisasi tahun lalu Rp212,8 triliun. Tahun lalu, realisasi setoran bea dan cukai mencapai 103,48% dari target Rp205,68 triliun. (rig)

Baca Juga: Pengusaha Minta Periode Insentif Pajak dalam PMK 9/2021 Diperpanjang
Topik : dirjen bea dan cukai askolani, kemenkeu, pemulihan ekonomi, DJBC, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 17 Juni 2021 | 11:00 WIB
BELGIA
Kamis, 17 Juni 2021 | 10:06 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 16 Juni 2021 | 20:18 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 19:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:30 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:18 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:55 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:48 WIB
LAYANAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:07 WIB
PMK 56/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA