Berita
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Presiden: Usaha Besar Tidak Boleh Mementingkan Dirinya Sendiri

A+
A-
0
A+
A-
0

BOGOR, DDTCNews—Presiden Joko Widodo meminta perusahan-perusahaan besar di Indonesia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi harus melihat lingkungannya dan membantu usaha-usaha di sekitarnya untuk bersama-sama tumbuh dan naik kelas.

Presiden mengatakan kemitraan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan usaha besar sangat penting agar UMKM Indonesia bisa masuk ke rantai produksi global. Hal ini juga akan meningkatkan peluang UMKM Indonesia untuk bisa naik kelas.

“Usaha besar tidak boleh hanya mementingkan perusahaannya sendiri, dirinya sendiri. Tolong dilihat lingkungannya, ada usaha kecil, ada usaha menengah atau mikro. Libatkan dalam kegiatan perusahaan, sehingga akan mengangkat usaha-usaha itu menjadi naik levelnya,” katanya dalam Youtube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengungkapkan hal tersebut dalam sambutan acara Penandatanganan Kerja Sama (MoU) dalam rangka Kemitraan Perusahaan Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM, di Istana Kepresiden Bogor, Senin (18/01/2021).

Presiden menambahkan kemitraan antara UMKM dan usaha besar juga akan meningkatkan kualitas usaha UMKM menjadi lebih kompetitif. Karena itu, kontrak kerja keduanya harus berkelanjutan, tidak hanya sekali, tetapi terus menerus, dan meningkat nilai dan luas cakupannya.

“Kalau sekarang kontraknya baru Rp1 miliar per tahun, tahun depan bisa Rp5 miliar, tahun depannya lagi bisa Rp10 miliar, tahun depannya Rp100 miliar. Itu yang kita inginkan, sehingga secara signifikan akan meningkatkan daya saing UMKM kita di pasar global,” katanya.

Pemerintah, sambung Jokowi, akan terus berupaya membangun ekosistem yang kondusif agar kolaborasi UMKM dan usaha besar menguntungkan kedua belah pihak. Ia juga menghargai upaya Badan Koordinasi Penanaman Modal yang terus melakukan percepatan proses investasi.

“Mulai dari mempermudah perizinan, memfasilitasi investor sebaik mungkin, dan melayani, agar investasi dari dalam maupun luar negeri bisa tumbuh dengan pesat, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi besar pada peningkatan naiknya kelas UMKM di Indonesia,” katanya. (Bsi)

Topik : presiden jokowi, kemitraan UMKM dan usaha besar
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Fahriza Khairinisa

Senin, 22 Februari 2021 | 09:53 WIB
setuju, perusahaan besar bisa melakukan kerja sama atau melibatkan usaha2 kecil supaya ada win win solution. selain turut meningkatkan image kedua perusahaan, hal ini juga berdampak besar bagi perekonomian negara
1
artikel terkait
Rabu, 13 Januari 2021 | 16:16 WIB
VAKSINASI
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:56 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 13 Januari 2021 | 10:35 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 12 Januari 2021 | 19:12 WIB
PENANGANAN COVID-19
berita pilihan
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:00 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:58 WIB
UNI EROPA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:00 WIB
PMK 15/2021