Fokus
Data & alat
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

PHRI Minta Stimulus, Ini Perinciannya

A+
A-
0
A+
A-
0
PHRI Minta Stimulus, Ini Perinciannya

Sejumlah wisatawan memanfaatkan waktu usai berlebaran dengan rekreasi di Pantai Sambolo Anyer, Serang, Banten, Selasa (26/5/2020). PHRI Serang meminta pemerintah kabupaten memberikan sejumlah stimulus di tengah pandemi virus Corona.(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.)

CILEGON, DDTCNews - Pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Banten, meminta pemerintah kabupaten memberikan sejumlah stimulus di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Ketua Caretaker PHRI Kabupaten Serang Sukarjo mengajukan rekomendasi paket stimulus yang terdiri dari 8 poin, termasuk penundaan atau pembebasan pajak hotel dan restoran. Menurutnya relaksasi itu akan membantu pengusaha memperbaiki likuiditasnya di tengah pandemi.

"Rekomendasi ini sangat kami butuhkan dalam upaya bertahan di tengah kesulitan akibat wabah Covid-19," katanya di Cilegon, seperti dikutip Kamis (4/6/2020).

Baca Juga: Begini Skema Burden Sharing Pemerintah dan Bank Indonesia

Sukarjo menjelaskan sektor pariwisata di Serang, terutama di kawasan Pantai Anyer, belum sepenuhnya pulih pasca-tsunami akibat letusan Gunung Anak Krakatau, dua tahun lalu. Kini, tekanan semakin berat karena ada pandemi virus Corona.

PHRI Kabupaten Serang pun mengajukan delapan poin rekomendasi kepada Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Serang, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Serang, serta Dinas Pariwisata Provinsi Banten agar membantu pelaku usaha hotel dan restoran melewati masa pandemi.

Selain penundaan atau penghapusan pajak hotel dan restaurant sementara waktu, sambung Sukarjo, PHRI juga meminta pembebasan iuran BPJS Ketenagakerjaan, serta diskon biaya listrik dan air.

Baca Juga: BPK Minta Audit Anggaran Covid-19 Tak Dijadikan Komoditas Politik

PHRI juga mengharapkan penundaan pembayaran PPh Pasal 21, penghapusan denda keterlambatan pembayaran PPh Pasal 21, pembebasan pembayaran pajak penerangan jalan, pembebasan pembayaran pajak reklame, dan diskon aboNemen listrik.

Sementara itu, seperti dilansir faktabanten.co.id, Ketua Harian Caretaker PHRI Kabupaten Serang Doddy Fathurahman menambahkan saat ini telah banyak hotel dan restoran yang memilih tutup sementara waktu karena beban biaya yang terlalu berat.

Misalnya di wilayah Anyer-Cinangka, dia menyebut puluhan hotel dan restoran telah berhenti beroperasi karena sepi pengunjung. "Rekomendasi yang kami ajukan sangat penting demi menghindari keterpurukan yang lebih dalam, seperti penutupan total dan PHK masal," ujarnya. (Bsi)

Baca Juga: Setoran Pajak Ini Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19
Topik : PHRI, stimulus, banten, serang, covid-19
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Juni 2020 | 18:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Juni 2020 | 17:27 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 25 Juni 2020 | 17:26 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Senin, 06 Juli 2020 | 18:22 WIB
PENANGANAN COVID-19
Senin, 06 Juli 2020 | 17:49 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 06 Juli 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 17:30 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Senin, 06 Juli 2020 | 17:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 06 Juli 2020 | 16:48 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 16:38 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 16:35 WIB
KEUANGAN NEGARA
Senin, 06 Juli 2020 | 16:21 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN
Senin, 06 Juli 2020 | 15:59 WIB
KABUPATEN LOMBOK UTARA