Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 13 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Per Oktober 2020, Rasio Utang Pemerintah Melebar Jadi 37,84%

A+
A-
0
A+
A-
0
Per Oktober 2020, Rasio Utang Pemerintah Melebar Jadi 37,84%

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mencatat rasio utang pemerintah terhadap PDB per Oktober 2020 mencapai 37,84% atau di atas proyeksi rasio utang pemerintah tahun ini sebesar 37,6%.

Laporan APBN KiTa edisi November 2020 menyebutkan posisi utang pemerintah per Oktober 2020 sudah mencapai Rp5.877,71 triliun terdiri atas surat berharga negara (SBN) senilai Rp5.028,86 triliun dan pinjaman senilai Rp848,85 triliun.

"Posisi utang pemerintah pusat meningkat dari periode yang sama tahun lalu dikarenakan pelemahan ekonomi akibat Covid-19 dan peningkatan kebutuhan pembiayaan penanganan masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional," tulis Kemenkeu dalam laporannya, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga: Perpanjangan Masa Pemberian Insentif Pajak Covid-19 Jadi Terpopuler

Seiring dengan posisi utang dan pembiayaan utang anggaran yang meningkat, Kemenkeu mencatat terdapat lonjakan realisasi pembayaran bunga utang pada Oktober 2020 senilai Rp251,6 triliun atau naik 14% dari Oktober 2019.

Beban bunga juga makin tinggi ketimbang realisasi pendapatan negara. Dengan realisasi pendapatan negara yang hanya sebesar Rp1.276,9 triliun, rasio bunga utang terhadap pendapatan negara tercatat sudah mencapai 19,7%.

Kementerian Keuangan menyatakan pengelolaan utang pemerintah akan dilakukan secara hati-hati. Potensi pendanaan utang dari dalam negeri tetap lebih diutamakan, sedangkan utang luar negeri hanya berperan sebagai pelengkap.

Baca Juga: Pengemplang Pajak Rp265 Juta Ditahan Kejari Tangsel

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam pemenuhan pembiayaan anggaran melalui pendalaman pasar SBN domestik dengan penerbitan SBN ritel secara berkala. (rig)

Topik : rasio utang pemerintah, keuangan negara, PDB, APBN 2020, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:56 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:01 WIB
PMK 226/2020
Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:01 WIB
PENCUCIAN UANG
Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:08 WIB
INGGRIS
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:53 WIB
PERDAGANGAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:44 WIB
KENYA
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:40 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN