Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pengawasan BPKP Tingkatkan Penerimaan Negara Ratusan Miliar

A+
A-
2
A+
A-
2
Pengawasan BPKP Tingkatkan Penerimaan Negara Ratusan Miliar

Ilustrasi. (BPKP)

JAKARTA, DDTCNews – Kontribusi pengawasan yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terus meningkat.

Kepala BPKP M. Yusuf Ateh mengatakan total kontribusi BPKP dalam pengawasan keuangan negara pada 2020 mencapai Rp61,6 triliun. Kontribusi itu terdiri atas efisiensi pengeluaran Rp48,3 triliun, penyelamatan keuangan negara Rp12,9 triliun, dan peningkatan penerimaan negara Rp354,2 miliar.

"Apa yang dihasilkan luar biasa. Cakupan luas sekali. Jumlah ini hampir dua kali lipat tahun lalu dan terbesar dalam 5 tahun terakhir," katanya dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Empat Hal Ini Jadi Prioritas Pengawasan BPKP Tahun Ini

Dia memaparkan masih ada ruang untuk peningkatan kontribusi BPKP tersebut. Untuk mengoptimalkan ruang peningkatan tersebut, sambungnya, perlu ada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) auditor.

Pada tahun lalu, fokus kerja BPKP tertuju pada beberapa aspek seperti akuntabilitas pengelolaan keuangan dan penyelenggaraan pembangunan. Selain itu, fokus BPKP untuk mendukung ketahanan keuangan daerah serta akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pada masa pandemi Covid-19.

Beberapa aspek tersebut masih menjadi perhatian utama BPKP pada tahun ini. Dia berharap kontribusi dapat meningkat melalui berbagai strategi. Adapun beberapa strategi tersebut antara lain penguatan dari sisi perencanaan yang diikuti fleksibilitas.

Baca Juga: Pengawasan dan Penagihan Aktif Pajak Dioptimalkan

Data pengawasan harus menjadi basis knowledge baru. Selanjutnya, adanya pengawasan yang strategis. Perwakilan harus menciptakan nilai bagi pemda setempat. Pengendalian kinerja harus diperkuat. Kemudian, perlunya optimalisasi kinerja dan kebiasaan bekerja secara kolaboratif.

"2020 menjadi acuan kita untuk 2021 yang lebih baik lagi. Setiap poin-poin yang ada kita harus dapat memberikan rekomendasi karena itu tugas kita," imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Nilai SiLPA Hingga Januari 2021 Melonjak, Ini Kata Sri Mulyani
Topik : pengawasan, keuangan negara, BPKP, penerimaan negara
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 25 Januari 2021 | 14:02 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 19 Januari 2021 | 14:05 WIB
PERIMBANGAN KEUANGAN
berita pilihan
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:00 WIB
PMK 21/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:45 WIB
KABUPATEN NGAWI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:41 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:15 WIB
PMK 21/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:13 WIB
WIDJOJO NITISASTRO:
Selasa, 02 Maret 2021 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 14:30 WIB
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Selasa, 02 Maret 2021 | 14:16 WIB
KONSULTAN PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 14:15 WIB
KONSULTASI