Fokus
Literasi
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Pemerintah Larang ASN Cuti dan Bepergian ke Luar Daerah Selama Nataru

A+
A-
0
A+
A-
0
Pemerintah Larang ASN Cuti dan Bepergian ke Luar Daerah Selama Nataru

Menpan RB Tjahjo Kumolo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 sepanjang 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 ketika libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyatakan aparatur sipil negara (ASN) juga dilarang mengambil cuti dan bepergian ke luar kota selama periode tersebut.

"Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang berpotensi meningkat dikarenakan perjalanan orang selama Nataru," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Tjahjo menuturkan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB 26/2021 yang mengatur pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau cuti bagi ASN selama periode Natal dan tahun baru. SE tersebut dirilis sebagai tindak lanjut Instruksi Mendagri (Inmendagri) 62/2021.

Selain SE 26/2021, Tjahjo juga telah menerbitkan SE 13/2021 yang mengatur pembatasan cuti dan bepergian ke luar daerah untuk ASN. Peraturan itu melarang ASN mengambil cuti dan bepergian ke luar daerah pada pekan yang sama dengan hari libur nasional, baik sebelum maupun sesudah, yang berarti jatuh sejak 20 Desember 2021.

Namun, larangan dikecualikan bagi ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit bagi pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Selain itu, cuti karena alasan penting juga diperbolehkan bagi PNS.

Baca Juga: Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Dalam kondisi tersebut, Tjahjo tetap mengharuskan prosesnya dilakukan secara akuntabel sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 17/2020 tentang Manajemen PNS dan PP 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, larangan kegiatan bepergian ke luar daerah juga dikecualikan bagi ASN yang bertempat tinggal dan bekerja di instansi yang berlokasi di wilayah aglomerasi yang akan melakukan work from office (WFO) seperti Medan Metropolitan Area, Jabodetabek, Bandung Raya, Jogja Raya, Solo Raya, Semarang Metropolitan Area, Surabaya Metropolitan Area, maupun Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar.

Bagi ASN yang melaksanakan tugas kedinasan ke luar daerah, harus memperoleh surat tugas yang ditandatangani minimal pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II atau Kepala Kantor Satuan Kerja.

Baca Juga: Produk Deposito Kurang Laku, Asosiasi Bank Minta Relaksasi Pajak

Untuk pegawai yang dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, dapat mengajukan permohonan cuti melalui izin tertulis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di lingkungan instansinya.

Pada ASN yang bepergian ke luar daerah, Tjahjo kemudian meminta untuk selalu memperhatikan beberapa hal seperti peta zonasi penyebaran Covid-19, peraturan daerah mengenai pembatasan keluar dan masuk orang, kebijakan mengenai PPKM yang ditetapkan mendagri, serta kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan dan kesehatan yang berlaku.

SE 26/2021 juga mendorong PPK untuk menetapkan pengaturan teknis dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan pada instansi masing-masing.

Baca Juga: Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

PPK dapat memberikan hukuman disiplin pada pegawai yang melanggar ketentuan yang berlaku, dan untuk selanjutnya dilaporkan melalui tautan http://s.id/LaranganBepergianASN paling lambat 3 hari kerja sejak berakhirnya berakhirnya periode Nataru. (rig)

Topik : ASN, PNS, menpanrb tjahjo kumolo, nataru 2022, PPKM, cuti, pandemi covid-19, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 17 Januari 2022 | 13:30 WIB
SWISS

Adopsi Pajak Minimum Global, Konstitusi Bakal Diamendemen

Senin, 17 Januari 2022 | 13:00 WIB
AUSTRALIA

Omzet Menurun, Pengusaha Pub Minta Keringanan Cukai

Senin, 17 Januari 2022 | 12:00 WIB
ALBANIA

Jual Ratusan Ribu Data Pribadi, 2 Pegawai Kantor Pajak Ditangkap

berita pilihan

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Tanpa Harus ke Kantor Pajak, Ini Solusi Lupa EFIN dari DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:49 WIB
KP2KP BANAWA

Petugas Pajak Datangi Kantor Kecamatan, Ingatkan ASN Lapor SPT

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

WP Jangan Lupa! Dividen Bebas Pajak Perlu Dilaporkan di SPT Tahunan

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:33 WIB
PENANGANAN COVID-19

Omicron Naik, Jokowi Minta Warga 'Rem' Bepergian & Bekerja dari Rumah

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB
THAILAND

Mantan Kepala SEC Beberkan Kelemahan Kebijakan Pajak Cryptocurreny