Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 22 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Rabu, 22 September 2021 | 12:28 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 22 September 2021 | 12:02 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

PBB Tunjuk 25 Anggota Baru UN Tax Committee, Ada Perwakilan Indonesia

A+
A-
2
A+
A-
2
PBB Tunjuk 25 Anggota Baru UN Tax Committee, Ada Perwakilan Indonesia

Kantor PBB. (foto: un.org)

NEW YORK, DDTCNews - Sekjen PBB Antonio Guterres resmi menunjuk 25 pakar perpajakan yang menjadi anggota United Nations Committee of Experts on International Cooperation in Tax Matters (UN Tax Committee) untuk masa jabatan 2021—2025.

Dari 25 anggota baru yang resmi ditunjuk oleh Guterres tersebut, terdapat 1 perwakilan dari Indonesia yaitu Plt Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Pande Putu Oka Kusumawardani.

"Meski para anggota UN Tax Committee diusulkan oleh pemerintah masing-masing, setiap anggota bertindak sesuai dengan kapasitasnya masing-masing," tulis PBB dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Seperti pada tahun sebelumnya, keanggotaan UN Tax Committee lebih banyak diisi oleh perwakilan dari negara-negara berkembang. Selain Indonesia, terdapat perwakilan di antaranya dari Pakistan, India, Chile, Malawi, Ghana, Jamaika, hingga Zambia.

Selain perwakilan dari negara-negara berkembang, terdapat pula perwakilan dari negara-negara maju seperti Italia, Jerman, Kanada, Norwegia, Korea Selatan, hingga Belanda.

Presiden UN Economic and Social Council (ECOSOC) Munir Akram berharap para anggota baru dapat melanjutkan keberhasilan dari anggota UN Tax Committee sebelumnya.

Baca Juga: Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

"Saat ini adalah waktu tepat untuk membendung praktik penggelapan pajak dan peningkatan kapasitas negara berkembang dalam meningkatkan sumber daya domestiknya masing-masing," ujar Akram.

Sementara itu, Executive Director African Tax Administration Forum (ATAF) Logan Wort menilai UN Tax Committee selama ini telah berperan besar dalam menjawab isu-isu perpajakan global, salah satunya tantangan perpajakan yang timbul akibat digitalisasi ekonomi.

"ATAF berharap dapat segera bekerja sama dengan anggota baru UN Tax Committee untuk memperluas dukungan teknis yang selama ini diberikan oleh komite kepada Afrika," tuturnya. (rig)

Baca Juga: Belajar dari Estonia, Negara yang Warganya Balapan Lapor Pajak

Topik : amerika serikat, PBB, UN Tax Committee, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 20 September 2021 | 14:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

IMF: Proposal OECD Pilar 1 Bisa Gerus Penerimaan Negara Berkembang

Senin, 20 September 2021 | 13:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Tahun Depan, 3 Daerah Ini Mulai Pungut Cukai Tas Kresek Rp700/Lembar

Senin, 20 September 2021 | 12:30 WIB
ESTONIA

Obesitas Jadi Ancaman Serius, Negara Ini Bakal Pungut Pajak Gula

Senin, 20 September 2021 | 12:00 WIB
PRANCIS

Konsensus Pajak Belum Rampung, OECD Minta Tak Ada Aksi Unilateral

berita pilihan

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Kawasan Daur Ulang Berikat?

Rabu, 22 September 2021 | 18:30 WIB
MAURITIUS

Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pengenaan PPN Jasa Keagenan Kapal Asing

Rabu, 22 September 2021 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Likuiditas Positif, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.198 Triliun

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sistem Pajak Progresif Makin Tak Relevan, Begini Penjelasan DPD RI

Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK

Penurunan Tarif Pajak Bunga Obligasi, Apakah Hanya untuk WPLN?

Rabu, 22 September 2021 | 17:30 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT I

Sandera Wajib Pajak, Kanwil DJP Jajaki Kerja Sama dengan Kemenkumham

Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Perlunya Antisipasi Risiko Kenaikan Tarif PPN

Rabu, 22 September 2021 | 17:00 WIB
UNI EROPA

Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

Rabu, 22 September 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DPR Sampaikan Beberapa Usulan Perihal Alternative Minimum Tax