Review
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Fokus
Literasi
Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:00 WIB
TIPS PERPAJAKAN
Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:00 WIB
KAMUS KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Otoritas Pajak Meksiko Singkap Skema Penipuan Baru

A+
A-
1
A+
A-
1
Otoritas Pajak Meksiko Singkap Skema Penipuan Baru

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Otoritas Pajak Meksiko (Servicio de Administraction Tributaria/SAT) menyingkap adanya skema penghindaran pajak baru yang agresif.

Samuel Magaña, Auditor SAT mengatakan skema penipuan untuk menghindari pembayaran pajak penghasilan dilakukan dengan menciptakan pemasok yang sebenarnya tidak ada. Banyak mitra dan pemegang saham palsu.

Skema penipuan dimulai ketika perusahaan mengontrak pemasok yang sejatinya tidak ada. Pemasok ini pada gilirannya akan mensubkontrakkan ke perusahaan ‘hantu’ lainnya. Hal ini menciptakan rantai pemasok simulasi.

Baca Juga: Ingin Keluar dari Daftar Tax Haven, Hong Kong akan Revisi Aturan Pajak

Mereka beroperasi tanpa karyawan, tidak membayar pajak, serta melaporkan keuntungan seminimal mungkin, bahkan kerugian. Otoritas pajak, sambung Samuel, telah mendeteksi rantai perusahaan-perusahaan beserta mitra dan pemegang saham.

“Termasuk perwakilan hukum mereka, tempat tinggal, nomor telepon, alamat surat eletronik, dan lainnya. Itu memungkinkan kami menyimpulkan bahwa ini adalah skema simulasi,” katanya, seperti dilansir dari Mexico News Daily, Jumat (9/11/2018).

Skema penipuan yang agresif ini telah melibatkan lebih dari 13.000 mitra dan pemegang saham dari 600.000 perusahaan. Kebanyakan dari mitra dan pemegang saham itu palsu. Organisasi media yang tidak dikenal dan tim sepak bola profesional menjadi beberapa entitas yang telah menghindari pembayaran pajak masing-masing sekitar 1 juta sampai 120 juta peso.

Baca Juga: Ada 9 Yurisdiksi Masuk Daftar Non-Kooperatif Pajak UE, Ini Lengkapnya

Untuk investigasi kriminal kasus penipuan yang sudah sangat maju, ada hukuman kurungan penjara hingga 15 tahun jika terbukti bersalah. Namun, ketika mendeteksi kasus penipuan baru, otoritas akan meminta klarifikasi terlebih dahulu ke perusahaan yang bersangkutan.

“Menghubungi perusahaan untuk meminta mereka untuk secara sukarela memperbaiki kondisi pajak mereka untuk menghindari penyelidikan yang berpotensi mengarah pada aktivitas kriminal,” katanya.

Hingga saat ini, sekitar 400 juta peso pendapatan pajak yang hilang telah dipulihkan oleh SAT. Nilai itu termasuk 161 juta peso dari seorang penghindar pajak. (kaw)

Baca Juga: Media Raksasa Ini Merger, Tambahan Penerimaan Pajak Tembus Rp6,8 T

Topik : Meksiko, fraud, penghindaran pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 04 Oktober 2021 | 11:36 WIB
PRANCIS

Cegah Penghindaran Pajak, Tiga Negara Ini Akhirnya Ratifikasi MLI

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 10:00 WIB
BELGIA

Lawan Penghindaran Pajak, Komisi Eropa Kumpulkan Ahli

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 19:00 WIB
POLANDIA

Aturan Digodok, BUT yang Alihkan Laba Bisa Kena Pajak Ekstra

berita pilihan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB
LAYANAN PAJAK

Hingga Besok, Kring Pajak Hanya Dapat Dihubungi Lewat Ini

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:30 WIB
KINERJA PERINDUSTRIAN

Kurangi Emisi Karbon, Jokowi Dorong Hilirisasi Sawit Lewat Biodiesel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

Kejar Penerimaan, Begini Mekanisme Mutasi Pegawai Ditjen Pajak

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:53 WIB
LITERASI PAJAK

Perpajakan.id Versi 2 Rilis Lebih dari 12.000 Peraturan Pajak

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:37 WIB
LAYANAN PAJAK

Sore Ini, 2 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Wajib Pajak

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:00 WIB
MALAYSIA

Pengenaan Pajak Pariwisata Kembali Ditunda Hingga 2023

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:33 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Diawasi Ketat, Sri Mulyani Ingin Pemda Lebih Pede Jalankan Program PEN

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:10 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

UU HPP Jadi Terobosan Tepat di Tengah Pemulihan Ekonomi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:01 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

KPP Bisa Akses Data Wajib Pajak dari Luar Negeri, Tapi Ada Syarat Ini