Review
Selasa, 29 September 2020 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 09:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 16:33 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

OECD: Penerimaan Pajak Asia Pasifik 2020 akan Terkontraksi

A+
A-
2
A+
A-
2
OECD: Penerimaan Pajak Asia Pasifik 2020 akan Terkontraksi

Pengrajin menyelesaikan kerajinan berbahan limbah pipa paralon di Sharaga Art, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD) memprediksi penerimaan pajak dari negara-negara Asia dan Pasifik bakal mengalami kontraksi pada 2020. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc)

PARIS, DDTCNews - Penerimaan pajak dari negara-negara Asia dan Pasifik diprediksi bakal mengalami kontraksi pada 2020. Penurunan penerimaan akan lebih banyak terjadi pada negara yang perekonomiannya disokong komoditas, kegiatan pariwisata, dan perdagangan.

Prediksi tersebut diungkapkan laporan Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD) berjudul Revenue Statistics in Asian and Pacific Economies 2020 yang dirilis Kamis (23/7/2020).

"Kedalaman kontraksi ini sangat tergantung pada seberapa lama pandemi Covid-19 berlangsung dan langkah yang dilakukan negara-negara dalam menekan penularan dan perlindungan negara terhadap masyarakat dan korporasi," tulis OECD dalam laporannya seperti dikutip Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Cetak Biru Pemajakan Ekonomi Digital Terbit 12 Oktober

Meski demikian, OECD berargumen data penerimaan pajak kuartal I/2020 cukup memberikan gambaran seberapa dalam tekanan penerimaan pajak akibat pandemi Covid-19. Penerimaan pajak pada kuartal I/2020 di Jepang terkontraksi 9,2% (yoy), sedangkan Korea Selatan terkontraksi 11% (yoy).

Khusus untuk Indonesia dan beberapa negara yang aktif memperdagangkan komoditas seperti Brunei, Kazakhstan, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, penurunan penerimaan pajak bakal didorong oleh turunnya harga komoditas selama pandemi Covid-19.

Negara-negara Pasifik yang selama ini ekonominya disokong oleh pariwisata juga akan terdampak sangat besar akibat adanya larangan bepergian. OECD mencatat 40% dari ekspor negara-negara pasifik disokong oleh kegiatan pariwisata.

Baca Juga: Sejak 2017, 10 Negara Ini Utak Atik Tarif PPh OP Orang Kaya 

Secara umum, kinerja pajak penghasilan (PPh) badan akan mengalami tekanan lebih awal dibandingkan dengan jenis pajak lainnya. Hal ini mengingat kinerja PPh badan sangat sensitif dipengaruhi oleh kinerja perekonomian.

Kontraksi PPh badan akan ini memiliki dampak besar bagi negara-negara Asia dan Pasifik mengingat masih banyak dari negara-negara tersebut yang bergantung pada PPh badan.

OECD mencatat kontribusi PPh badan di negara-negara Asia dan Pasifik mencapai 19% dari total penerimaan pajak pada 2017 lalu. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara OECD yang kontribusi PPh badannya hanya sebesar 9,3%.

Baca Juga: 90 Yurisdiksi Sudah Menerapkan Regulasi CbCR, Indonesia?

Selanjutnya, penerimaan PPh orang pribadi juga berpotensi mengalami kontraksi seiring dengan berkurangnya serapan tenaga kerja dan gelombang PHK yang terjadi di beberapa negara. Pembatasan sosial serta persepsi konsumen yang pesimis juga akan menekan kinerja penerimaan PPN. (Bsi)

Topik : OECD, penerimaan pajak 2020, kontraksi, Asia Pasifik
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 03 September 2020 | 17:45 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 03 September 2020 | 17:30 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 03 September 2020 | 15:01 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Selasa, 29 September 2020 | 18:15 WIB
SUBSIDI UPAH
Selasa, 29 September 2020 | 16:54 WIB
APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Selasa, 29 September 2020 | 16:20 WIB
VIETNAM
Selasa, 29 September 2020 | 16:07 WIB
BEA METERAI
Selasa, 29 September 2020 | 15:50 WIB
PENGADILAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 15:24 WIB
APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 | 15:23 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 14:53 WIB
LONDON