Fokus
Literasi
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 09:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 16:33 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Komunitas
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Negeri Kangguru Revisi Aturan Keringanan Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Negeri Kangguru Revisi Aturan Keringanan Pajak

CANBERRA, DDTCNews – Baru-baru ini Pemerintah Australia telah mengesahkan aturan terkait keringanan pajak terbaru yang dirancang untuk mendorong pengambilan risiko dan meningkatkan investasi pada perusahaan sebagai bentuk inovasi.

Kebijakan baru tersebut tertuang dalam the Treasury Laws Amendment (2017 Enterprise Incentives No.1) Bill 2017 yang diperkenalkan pada Kamis (30/3) lalu. Perubahan kebijakan ini merupakan bagian dari National Innovation and Agenda Science pemerintah.

Melalui aturan tersebut, pemerintah akan mereformasi ketentuan mengenai kerugian perusahaan untuk merelaksasi same business test (SBT). Pengujian ini dapat mencegah perusahaan dari mengklaim kerugian tahun lalu sebagai pengurang pajak ketika perusahaan telah mengubah bisnisnya,” ungkap pernyataan tertulis yang dirilis pemerintah.

Baca Juga: Survei Pengusaha Soal Bantuan Pemerintah Australia pada Masa Pandemi

Berdasarkan aturan yang ada saat ini, perusahaan berhak mengompensasikan kerugian tahun lalu untuk mengurangi penghasilan kena pajak, asalkan perusahaan dapat mempertahankan kepemilikan saham mayoritas dengan jumlah yang sama pada saat waktu kerugian terjadi sampai waktu yang digunakan dengan menggunakan continuity of ownership test (COT).

Apabila kepemilikan saham mayoritas telah berubah, maka kerugian tahun lalu masih dapat diakses jika perusahaan telah lolos dari uji SBT. SBT dapat memungkinkan perusahaan untuk menggunakan kerugian dari tahun terakhir untuk mengurangi penghasilan kena pajak jika telah melakukan bisnis yang sama sejak tes COT gagal sampai perusahaan mengklaim kerugian tahun lalu.

Adapun, dalam aturan terbaru ini akan diperkenalkan uji bisnis serupa untuk memeriksa kerugian yang terjadi selama 2015-2016 dan pendapatan di tahun depan. Pengujian ini akan didasarkan pada berbagai faktor dan bertujuan agar lebih fleksibel, serta tidak rumit. Tidak hanya itu, ketentuan mengenai tidak adanya transaksi atau aktivitas bisnis baru dalam SBT juga akan dihapus.

Baca Juga: DPR Usulkan Keringanan Pajak untuk Dokter

Aturan tersebut juga mengubah ketentuan depresiasi aset tidak berwujud yang memungkinkan pemilik aset tidak berwujud yang saat ini menilai sendiri masa manfaat asetnya.

Seperti dilansir dari Tax-News, pemerintah menegaskan bahwa dengan adanya kebijakan keringanan pajak yang baru ini, perusahaan akan memperoleh manfaat yang semakin besar dengan memasukkan depresiasi yang akan menurunkan biaya investasi dalam sistem perhitungan pajak tersebut.

“Ketentuan ini akan berlaku untuk aset yang diperoleh sejak 1 Juli 2016,” ungkap pernyataan resmi pemerintah. (Gfa)

Baca Juga: Australia Akhirnya Cabut Bea Masuk Antidumping Trafo Daya Asal RI

Topik : berita pajak internasional, australia, keringanan pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Rabu, 30 September 2020 | 09:13 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Rabu, 30 September 2020 | 08:52 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 08:46 WIB
KABUPATEN PATI
Rabu, 30 September 2020 | 08:30 WIB
APBN 2021
Rabu, 30 September 2020 | 08:05 WIB
ITALIA
Rabu, 30 September 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 30 September 2020 | 07:30 WIB
APBN 2021
Rabu, 30 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK