Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Mulai Bentuk Kepengurusan, Atpetsi Tetapkan Ketua Wilayah Yogyakarta

1
1

Berfoto bersama setelah menetapkan Sinta Sudarini sebagai Ketua Atpetsi Wilayah Yogyakarta dalam rapat di Kampus STIE YKPN Yogyakarta pada Kamis (11/4/2019).

YOGYAKARTA, DDTCNews – Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) mulai membentuk kepengurusan wilayah Yogyakarta.

Hal ini ditandai dengan penetapan Sinta Sudarini sebagai Ketua Atpetsi Wilayah Yogyakarta. Penetapan muncul secara aklamasi dalam rapat anggota yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Atpetsi Darussalam pada Kamis (11/4/2019).

Dalam rapat tersebut, Darussalam meminta agar Sinta – sebagai ketua wilayah – segera membentuk rincian kepengurusan. Pasalnya, Atpetsi seharusnya mampu berperan penting memperkuat upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pajak masyarakat.

Baca Juga: Kupas Digitalisasi & Pajak, DDTC Beri Kuliah Umum di IBI Kwik Kian Gie

“Apalagi, perubahan lanskap pajak berlangsung cukup cepat. Di satu sisi, kita tahu, penerimaan pajak itu mencapai lebih dari 70% dari total pendapatan negara,” katanya.

Dia berharap dengan terbentuknya kepengurusan wilayah Yogyakarta, Atpetsi dapat segera menjalankan tugas dan fungsi dalam kiatannya dengan pajak di Indonesia. Bagaimanapun, tax center di perguruan tinggi bisa berkontribusi dalam tataran edukasi pajak.

Menurut OECD, lanjut Darussalam, edukasi pajak adalah mekanisme efektif untuk membangun kepercayaan kepada otoritas sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pajak.

Baca Juga: Kuliah Umum Sekaligus Penandatanganan MoU DDTC & UMN

Dalam rapat tersebut, hadir pula Ketua Dewan Pembina Atpetsi John Hutagaol. Dia pun berharap Atpetsi dapat berperan besar dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Atpetsi, sambungnya, bisa terus menguatkan peran ‘relawan pajak’ yang selama ini memang berasal dari kalangan mahasiswa.

Secara khusus, dia pun berpesan untuk seluruh anggota Atpetsi Wilayah Yogyakarta agar terus mendorong kepatuhan wajib pajak sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Apalagi, pemerintah sudah menurunkan tarif pajak penghasilan final (PPh) final menjadi 0,5%.

“Ini penting karena di Yogyakarta ini banyak pelaku UKM,” tutur John.

Baca Juga: Giliran UMN yang Teken Kerja Sama Pendidikan dengan DDTC

Sinta Sudarini yang juga berasal dari Tax Center STIE YKPN Yogyakarta meminta bantuan seluruh anggota Atpetsi untuk menjalankan amanah sebagai ketua wilayah. Dia berharap agar seluruh anggota Atpetsi di wilayah Yogyakarta dapat aktif turut serta dalam setiap kegiatan. Saat ini, tax center yang ada di Yogyakarta berada di 8 perguruan tinggi. (kaw)

Dalam rapat tersebut, Darussalam meminta agar Sinta – sebagai ketua wilayah – segera membentuk rincian kepengurusan. Pasalnya, Atpetsi seharusnya mampu berperan penting memperkuat upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pajak masyarakat.

Baca Juga: Kupas Digitalisasi & Pajak, DDTC Beri Kuliah Umum di IBI Kwik Kian Gie

“Apalagi, perubahan lanskap pajak berlangsung cukup cepat. Di satu sisi, kita tahu, penerimaan pajak itu mencapai lebih dari 70% dari total pendapatan negara,” katanya.

Dia berharap dengan terbentuknya kepengurusan wilayah Yogyakarta, Atpetsi dapat segera menjalankan tugas dan fungsi dalam kiatannya dengan pajak di Indonesia. Bagaimanapun, tax center di perguruan tinggi bisa berkontribusi dalam tataran edukasi pajak.

Menurut OECD, lanjut Darussalam, edukasi pajak adalah mekanisme efektif untuk membangun kepercayaan kepada otoritas sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pajak.

Baca Juga: Kuliah Umum Sekaligus Penandatanganan MoU DDTC & UMN

Dalam rapat tersebut, hadir pula Ketua Dewan Pembina Atpetsi John Hutagaol. Dia pun berharap Atpetsi dapat berperan besar dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Atpetsi, sambungnya, bisa terus menguatkan peran ‘relawan pajak’ yang selama ini memang berasal dari kalangan mahasiswa.

Secara khusus, dia pun berpesan untuk seluruh anggota Atpetsi Wilayah Yogyakarta agar terus mendorong kepatuhan wajib pajak sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Apalagi, pemerintah sudah menurunkan tarif pajak penghasilan final (PPh) final menjadi 0,5%.

“Ini penting karena di Yogyakarta ini banyak pelaku UKM,” tutur John.

Baca Juga: Giliran UMN yang Teken Kerja Sama Pendidikan dengan DDTC

Sinta Sudarini yang juga berasal dari Tax Center STIE YKPN Yogyakarta meminta bantuan seluruh anggota Atpetsi untuk menjalankan amanah sebagai ketua wilayah. Dia berharap agar seluruh anggota Atpetsi di wilayah Yogyakarta dapat aktif turut serta dalam setiap kegiatan. Saat ini, tax center yang ada di Yogyakarta berada di 8 perguruan tinggi. (kaw)

Topik : Atpetsi, Yogyakarta, DIY, edukasi pajak
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 10 April 2019 | 16:37 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Senin, 18 Maret 2019 | 16:49 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 18 September 2018 | 10:43 WIB
BERITA PAJAK HARI INI