Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Mengulik Sederet Manfaat IPO: Akses Permodalan Hingga Insentif Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2
Mengulik Sederet Manfaat IPO: Akses Permodalan Hingga Insentif Pajak

Senior Vice President BEI, Goklas Tambunan. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews – Perusahaan didorong go public untuk bisa mendapatkan pendanaan lebih dari investor. Namun tidak cuma akses pendanaan saja, sejumlah manfaat lain bisa diperoleh perusahaan yang mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Senior Vice President BEI, Goklas Tambunan, menyebutkan ada banyak manfaat yang bisa didapat melalui aksi penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Beberapa manfaat tersebut antara lain adanya pendanaan tanpa batas untuk perusahaan hingga terdongkraknya citra perusahaan.

"Saat perusahaan melakukan IPO, mereka akan mendapat klasternya sendiri. Tidak seperti perusahaan lainnya, perusahaan yang lakukan IPO akan mendapat banyak perhatian yang tertuju pada perusahaan tersebut," ujar Goklas dalam webinar gratis berjudul Initial Public Offering and Tax: What to Know and Prepare yang digelar atas kolaborasi DDTC Academy dan BEI, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Perusahaan yang melantai di bursa, ujar Goklas, juga bisa mendapat mitra usaha strategis. Alasannya, perusahaan yang melakukan IPO tentunya bakal mendapat perhatian lebih banyak dari para investor. Bahkan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan mitra usaha strategis akan tertarik untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan.

Sejalan dengan pemaparan Goklas, Head of Investment Banking Capital Market PT BRI Danareksa Sekuritas Edwin Sukri juga menyampaikan manfaat yang bisa didapat perusahaan yang lakukan IPO.

Menurut Edwin, perusahaan bisa mendapatkan berbagai manfaat lain seperti menumbuhkan loyalitas karyawan, meningkatkan nilai perusahaan, hingga mendapat insentif pajak.

Baca Juga: Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Seperti diketahui, salah satu insentif pajak yang didapat melalui IPO adalah penurunan tarif sebesar 3% lebih rendah dari tarif PPh badan yang berlaku umum. Dengan tarif PPh badan yang ditetapkan sebesar 22%, maka tarif PPh badan bagi perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa efek adalah sebesar 19%.

Tak hanya itu Edwin juga menyebutkan IPO dapat memberi manfaat bagi perusahaan untuk tingkatkan good corporate governance (GCG). Menurutnya adanya persyaratan bagi perusahaan yang lakukan IPO untuk transparan dan akuntabel kepada investor minoritas, secara tidak langsung perusahaan bertransformasi untuk tingkatkan GCG.

Namun, langkah IPO tidak lantas tanpa konsekuensi yang harus ditanggung perusahaan. Dalam webinar yang diadakan DDTC Academy dan BEI ini, Edwin juga mengingatkan perusahaan agar siap dengan konsekuensi yang dibawa seperti berbagi kepemilikan dan kontrol, transparansi dan pelaporan, meningkatnya biaya, pemenuhan regulasi, hingga market pressure.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal II/2022 Turun Jadi Rp5.931 Triliun

"Perusahaan yang lakukan IPO harus siap dengan adanya tuntutan dari masyarakat agar perusahaan dapat bekerja lebih baik. Namun, hal tersebut dapat dilihat sebagai hal positif agar perusahaan bisa tingkatkan kinerja," ujar Edwin dalam webinar yang dimoderatori oleh Stephani Debora Tatengkeng.

Goklas dan Edwin juga menyampaikan pentingnya melakukan persiapan bagi perusahaan yang ingin lakukan IPO. Perusahaan perlu untuk memerhatikan berbagai ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk perusahaan yang akan lakukan IPO.

Selain itu, Direktur PT. Kurniamitra Duta Sentosa Tbk, Laurens Nagajaya, juga bagikan pengalaman perusahaannya saat lakukan IPO. Dari pengalamannya, Laurens juga sebutkan beberapa manfaat yang didapat perusahaan saat mereka lakukan IPO.

Baca Juga: Serapan Insentif Rendah, Sinyal Pemulihan Ekonomi & Konsolidasi Fiskal

Manfaat tersebut di antaranya mulai dari lebih mudah mendapat akses permodalan, perusahaan dapatkan insentif perpajakan, hingga adanya exposure dari perusahaan luar negeri untuk lakukan kerja sama. (sap)

Topik : insentif pajak, pembiayaan, bursa efek Indonesia, BEI, DDTC Academy

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Ada CRM, Pengawasan Wajib Pajak UMKM Bakal Dilakukan Lebih Detail

Rabu, 03 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Dukung Kendaraan Listrik, Berbagai Insentif Fiskal Sudah Disediakan

Senin, 01 Agustus 2022 | 15:30 WIB
APBN 2022

Posisi Utang Pemerintah pada Akhir Juni 2022 Capai Rp7.123 Triliun

Senin, 01 Agustus 2022 | 15:03 WIB
BINCANG ACADEMY

Memahami Langkah Tepat Hadapi Pemeriksaan Transfer Pricing

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor