Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Rabu, 12 Januari 2022 | 15:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Lebih dari 6 Juta Wajib Pajak Ajukan Kelonggaran Pelaporan SPT Tahunan

A+
A-
1
A+
A-
1
Lebih dari 6 Juta Wajib Pajak Ajukan Kelonggaran Pelaporan SPT Tahunan

Ilustrasi. (DDTCNews)

LONDON, DDTCNews – Otoritas pajak Inggris, HM Revenue & Customs (HMRC) mendorong wajib pajak untuk mengajukan relaksasi dalam hal pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sebelum akhir Januari 2021 untuk menghindari denda administrasi.

HMRC menyatakan wajib pajak yang tidak bisa melaporkan SPT Tahunannya sesuai batas waktu dapat terbebas dari denda administrasi asalkan mengajukan permohonan lapor SPT melewati tenggat dan disertai alasan yang jelas.

"Kami ingin mendorong sebanyak mungkin orang melaporkan SPT tepat waktu. Tetapi jika wajib pajak tidak dapat melakukannya karena pandemi Covid-19, kami akan menerima jika disertai alasan yang masuk akal," kata HMRC dalam keterangan resmi, Senin (11/1/2021).

Baca Juga: Industri Hiburan Minta Insentif Pajak Tiket Pertunjukan Diperpanjang

HMRC mengambil kebijakan lunak untuk pelaporan SPT bebas denda jika permohonan dikirimkan oleh wajib pajak sebelum akhir Januari 2021. Otoritas pun memberikan panduan beberapa alasan yang bisa digunakan wajib pajak untuk menunda penyampaian laporan pajaknya.

Misal, wajib pajak tidak dapat mengisi dan menyampaikan SPT dengan tepat waktu karena memiliki anak yang masih menjalani kegiatan belajar dari rumah. Beban mengurus anak pada masa pandemi merupakan salah satu alasan yang akan diterima otoritas untuk permohonan penundaaan penyampaian SPT.

Otoritas juga memberikan perlakuan khusus apabila wajib pajak terpapar virus Corona sehingga tidak dapat menyampaikan SPT secara tepat waktu. Hingga saat ini, HMRC mencatat tidak sedikit wajib pajak yang sudah memanfaatkan fasilitas administrasi pajak ini.

Baca Juga: Ngobrol Bareng Ghozali, Deddy Corbuzier: Lu Ditagih Pajak Katanya?

Hingga 4 Januari 2021, sudah ada 6 juta lebih permohonan wajib pajak untuk menunda penyampaian SPT Tahunan. Permohonan penundaan tersebut sebagian besar berasal dari sekitar 12 juta orang yang menjalankan usaha atau wiraswasta, tuan tanah dan yang memiliki banyak sumber penghasilan.

Menkeu Rishi Sunak bahkan tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang periode penyampaian SPT Tahunan dari 31 Januari menjadi Maret 2021. Wacana kebijakan tersebut disambut baik karena akan menguntungkan otoritas dan wajib pajak.

Sementara itu. CEO aplikasi pajak Untied Kevin Sefton mengatakan opsi untuk memperpanjang periode penyampaian SPT akan sangat membantu wajib pajak yang menjalankan kewajiban perpajakan secara mandiri.

Baca Juga: Mulai Februari 2022, Tarif PPN Dipangkas 2 Persen

Selain itu, HMRC juga akan terhindar dari jutaan surat permohonan wajib pajak untuk menyampaikan SPT Tahunan lewat dari tenggat waktu.

"Kami menyerukan HMRC untuk memperpanjang batas waktu penyampaian SPT guna mengurangi beban administrasi serta mengurangi ketidakpastian bagi para pembayar pajak," tutur Sefton seperti dilansir theguardian.com. (rig)

Baca Juga: Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari
Topik : inggris, pelaporan pajak, spt tahunan, relaksasi, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 17 Januari 2022 | 13:00 WIB
AUSTRALIA

Omzet Menurun, Pengusaha Pub Minta Keringanan Cukai

Senin, 17 Januari 2022 | 12:00 WIB
ALBANIA

Jual Ratusan Ribu Data Pribadi, 2 Pegawai Kantor Pajak Ditangkap

Minggu, 16 Januari 2022 | 12:00 WIB
TURKI

Tak Hanya Indonesia, Turki Juga Adakan PPS pada Tahun Ini

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK

Menelisik Jejak Penghindaran Pajak ‘Para Raksasa’

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:40 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:23 WIB
AGENDA ATPETSI

Negara Butuh Pajak untuk Capai Target SDGs, Simak Analisisnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:11 WIB
SELEBRITAS

Ngobrol Bareng Ghozali, Deddy Corbuzier: Lu Ditagih Pajak Katanya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang Kena Pajak Belum Tentu Dikenakan PPN, Ini Penjelasannya