Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Lagi, 7 Profesional DDTC Timba Ilmu Transfer Pricing di Singapura

A+
A-
5
A+
A-
5

Profesional DDTC berfoto bersama Prof. Dr. Alfred Storck dan Dr. Raffaele Petruzzi di sela-sela program.

SINGAPURA, DDTCNews – Akhir September 2019, DDTC kembali mengirimkan 7 profesionalnya untuk mengikuti Advanced Transfer Pricing Programme Course di Singapura. Program akan diselenggarakan mulai hari ini, Senin (30/9/2019) hingga Kamis (3/10/2019).

Adapun 7 profesional DDTC yang mengikuti program dengan penyelenggara WU Transfer Pricing Center dan Tax Academy of Singapore ini adalah David Hamzah Damian, Riyhan Juli Asyir, Novi Hartanti, Shelvi Dian Prastiwi, Fatima Tria Anjani, Resya Famelia Aniqoh, dan Nesia Ratna Sari Dewi.

Ada beberapa materi yang akan dibahas selama program berlangsung, antara lain pertama, introduction/recent transfer pricing developments at OECD/UN. Kedua, permanent establishment and profit attribution. Ketiga, transfer pricing and services. Keempat, transfer pricing and financing.

Baca Juga: Ini Materi Konpers DDTC Fiscal Research Soal Tantangan & Outlook Pajak

Kelima, transfer pricing and intangibles. Keenam, transfer pricing in commodities and resource industry. Ketujuh, transfer pricing in consumer goods industry. Kedelapan, dispute avoidance and dispute resolution. Kesembilan, value chain management and business restructurings. Kesepuluh, transfer pricing under UN TP Manual 2017.

Lebih lanjut, materi program akan disampaikan oleh pengajar yang berasal dari berbagai kalangan seperti akademisi dan praktisi. Mereka sudah berpengalaman baik di bidang pajak internasional maupun transfer pricing.

Dengan demikian, para profesional DDTC akan belajar dan mendapatkan pengetahuan tambahan selama mengikuti program kursus ini. Apalagi, para pengajar akan menyajikan perkembangan transfer pricing pada industri komoditas dan consumer goods. Ada pula isu terkait dengan transaksi khusus, seperti financing dan intangibles yang relevan di wilayah Asia Pasifik.

Baca Juga: Ini Proyeksi DDTC Fiscal Research Soal Penerimaan Pajak 2020

Pada hari pertama, materi yang disajikan terkait dengan perkembangan isu transfer pricing terkini sesuai dengan OECD/UN. Materi ini disampaikan oleh Dr. Raffaele Petruzzi (WU Transfer Pricing Center). Selanjutnya, Prof. Dr. Alfred Storck (WU Transfer Pricing Center) akan mengajar untuk materi definisi permanent establishment dan atribusi profit.

Selanjutnya, pada hari kedua, materi yang dibahas mengenai transfer pricing for services and financing. Materi ini akan disampaikan Prof. Dr. Alfred Storck, Dr. Raffaele Petruzzi, dan Ms. Jow Lee Ying (Nanyang Technological University).

Pada hari ketiga, partisipan akan mendapat materi mengenai transfer pricing for intangibles, commodities and resource industry, and consumer goods industry. Pengajar yang akan membawakan materi tersebut adalah Prof. Dr. Alfred Storck, Stephen Bruce (EY Singapore), Susan Hinton (Rio Tinto), Lisa Zheng (Procter & Gamble), dan Elizabeth Quiroz (Procter & Gamble).

Baca Juga: Ini Proyeksi Tantangan Pajak Hingga Lima Tahun Mendatang

Kemudian, pada hari terakhir, topik yang akan dibahas terkait dengan dispute avoidance and dispute resolution, value chain management and business restructurings, serta transfer pricing under UN TP Manual 2017. Materi akan dibawakan oleh Jow Lee Ying, Yong Sing Yuan, Sharon Tan (Deloitte), dan T.P. Ostwal (T.P. Ostwal & Associates LLP, Chartered Accountants).

Keikutsertaan 7 profesional DDTC dalam kursus tingkat lanjut Transfer Pricing di Singapura ini merupakan salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP). Melalui HRDP, DDTC selalu memberi kesempatan para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S2 di berbagai instansi dan universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, program ini dilakukan sebagai persiapan profesional DDTC yang akan mengikuti sertifikasi Advanced Diploma in International Taxation (ADIT) Paper 3 – Transfer Pricing Option yang diselenggarakan oleh Chartered Institute of Taxation (CIOT) Inggris pada Desember 2019. (kaw)

Baca Juga: Download Inside Tax Edisi Outlook 'Antara Relaksasi & Mobilisasi'

Ada beberapa materi yang akan dibahas selama program berlangsung, antara lain pertama, introduction/recent transfer pricing developments at OECD/UN. Kedua, permanent establishment and profit attribution. Ketiga, transfer pricing and services. Keempat, transfer pricing and financing.

Baca Juga: Ini Materi Konpers DDTC Fiscal Research Soal Tantangan & Outlook Pajak

Kelima, transfer pricing and intangibles. Keenam, transfer pricing in commodities and resource industry. Ketujuh, transfer pricing in consumer goods industry. Kedelapan, dispute avoidance and dispute resolution. Kesembilan, value chain management and business restructurings. Kesepuluh, transfer pricing under UN TP Manual 2017.

Lebih lanjut, materi program akan disampaikan oleh pengajar yang berasal dari berbagai kalangan seperti akademisi dan praktisi. Mereka sudah berpengalaman baik di bidang pajak internasional maupun transfer pricing.

Dengan demikian, para profesional DDTC akan belajar dan mendapatkan pengetahuan tambahan selama mengikuti program kursus ini. Apalagi, para pengajar akan menyajikan perkembangan transfer pricing pada industri komoditas dan consumer goods. Ada pula isu terkait dengan transaksi khusus, seperti financing dan intangibles yang relevan di wilayah Asia Pasifik.

Baca Juga: Ini Proyeksi DDTC Fiscal Research Soal Penerimaan Pajak 2020

Pada hari pertama, materi yang disajikan terkait dengan perkembangan isu transfer pricing terkini sesuai dengan OECD/UN. Materi ini disampaikan oleh Dr. Raffaele Petruzzi (WU Transfer Pricing Center). Selanjutnya, Prof. Dr. Alfred Storck (WU Transfer Pricing Center) akan mengajar untuk materi definisi permanent establishment dan atribusi profit.

Selanjutnya, pada hari kedua, materi yang dibahas mengenai transfer pricing for services and financing. Materi ini akan disampaikan Prof. Dr. Alfred Storck, Dr. Raffaele Petruzzi, dan Ms. Jow Lee Ying (Nanyang Technological University).

Pada hari ketiga, partisipan akan mendapat materi mengenai transfer pricing for intangibles, commodities and resource industry, and consumer goods industry. Pengajar yang akan membawakan materi tersebut adalah Prof. Dr. Alfred Storck, Stephen Bruce (EY Singapore), Susan Hinton (Rio Tinto), Lisa Zheng (Procter & Gamble), dan Elizabeth Quiroz (Procter & Gamble).

Baca Juga: Ini Proyeksi Tantangan Pajak Hingga Lima Tahun Mendatang

Kemudian, pada hari terakhir, topik yang akan dibahas terkait dengan dispute avoidance and dispute resolution, value chain management and business restructurings, serta transfer pricing under UN TP Manual 2017. Materi akan dibawakan oleh Jow Lee Ying, Yong Sing Yuan, Sharon Tan (Deloitte), dan T.P. Ostwal (T.P. Ostwal & Associates LLP, Chartered Accountants).

Keikutsertaan 7 profesional DDTC dalam kursus tingkat lanjut Transfer Pricing di Singapura ini merupakan salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP). Melalui HRDP, DDTC selalu memberi kesempatan para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S2 di berbagai instansi dan universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, program ini dilakukan sebagai persiapan profesional DDTC yang akan mengikuti sertifikasi Advanced Diploma in International Taxation (ADIT) Paper 3 – Transfer Pricing Option yang diselenggarakan oleh Chartered Institute of Taxation (CIOT) Inggris pada Desember 2019. (kaw)

Baca Juga: Download Inside Tax Edisi Outlook 'Antara Relaksasi & Mobilisasi'
Topik : transfer pricing, Singapura, DDTC, HRDP, reportase
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 11 Desember 2019 | 14:09 WIB
LAPORAN DDTC DARI INDIA
Rabu, 11 Desember 2019 | 09:15 WIB
LAPORAN DDTC DARI INDIA
Selasa, 10 Desember 2019 | 11:44 WIB
LAPORAN DDTC DARI INDIA
Selasa, 10 Desember 2019 | 10:38 WIB
LAPORAN DDTC DARI INDIA
berita pilihan
Sabtu, 07 Juli 2018 | 19:55 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Sabtu, 05 Oktober 2019 | 16:00 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 07 Oktober 2019 | 16:05 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Selasa, 08 Oktober 2019 | 15:35 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Rabu, 09 Oktober 2019 | 15:57 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:04 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Jum'at, 11 Oktober 2019 | 16:12 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Kamis, 08 Maret 2018 | 07:04 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI LONDON
Sabtu, 30 Juni 2018 | 06:34 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR
Senin, 02 Juli 2018 | 23:31 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR