JAKARTA, DDTCNews - Pusat Studi Perpajakan (PUSPA) dan Tax Center Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN mengadakan kunjungan (company visit) ke Menara DDTC, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan bertajuk Company Visit DDTC: From Research to Publication tersebut digelar untuk mempelajari proses riset dan kajian perpajakan hingga menuangkannya menjadi artikel populer yang dapat dipublikasikan di media massa.
Founder DDTC Darussalam menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Ketika telah memasuki dunia profesional, belajar harus tetap menjadi bagian dari pekerjaan.
Prinsip tersebut pula yang selama ini dibangun di DDTC. Darussalam mengatakan terdapat 3 kebiasaan yang terus ditanamkan kepada para profesional DDTC, yakni membaca, menulis, dan memublikasikan.
“Di DDTC, ada 3 prinsip yang selalu saya tanamkan, yakni baca, tulis, dan publikasi. Kalau hanya membaca, manfaatnya terutama untuk diri sendiri. Ketika ditulis, manfaatnya mulai bisa dibagikan tapi terbatas. Kalau dipublikasikan, manfaatnya bisa menjangkau jauh lebih banyak orang. Inilah action,” ujarnya.
Menurut Darussalam, prinsip tersebut penting mulai dibiasakan sejak mahasiswa. Terlebih, perpajakan merupakan bidang yang sangat dinamis dan multidisiplin sehingga menuntut setiap orang untuk terus memperbarui pengetahuan dan memperluas perspektif.
Karena itu, mahasiswa perlu mulai mengambil tindakan konkret, antara lain dengan mengalokasikan sebagian uang yang dimiliki untuk membeli buku dan memperkaya referensi. Belajar, bekerja, serta membagikan pengetahuan tidak semata-mata ditujukan untuk pengembangan diri, tetapi juga untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Semangat baca, tulis, dan publikasi tersebut diterjemahkan DDTC melalui pembangunan ekosistem pengetahuan. Untuk mendorong budaya membaca, misalnya, DDTC memiliki DDTC Library yang memperoleh rekor MURI sebagai perpustakaan dengan koleksi buku perpajakan terbanyak.
Pengembangan kompetensi antara lain dilakukan melalui DDTC Academy. DDTC juga memperoleh rekor MURI karena DDTC Academy menjadi institusi pertama di Indonesia yang mendapat pengakuan lembaga internasional sebagai penyelenggara pelatihan pajak internasional dan transfer pricing.
Sementara itu, budaya riset dan publikasi terus dikembangkan untuk mendorong para profesional DDTC menghasilkan serta menyebarluaskan pengetahuan. Hal tersebut tecermin dari beragam publikasi domestik dan internasional, termasuk 43 buku yang telah diterbitkan DDTC.
Berbagai publikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DDTC mewujudkan visinya sebagai institusi pajak berbasis riset yang berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan praktik perpajakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Darussalam menegaskan DDTC tidak hanya menjalankan kegiatan konsultasi perpajakan. Menurutnya, profesi di bidang perpajakan memiliki dimensi pengabdian karena pengetahuan dan keahlian yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam konteks itulah, ia memandang profesi perpajakan sebagai officium nobile atau profesi yang mulia. Mahasiswa pun diharapkan tidak hanya mengejar kompetensi untuk kepentingan karier, tetapi juga membangun kebiasaan menghasilkan dan membagikan pengetahuan.
Untuk mendorong peserta menerapkan prinsip baca, tulis, dan publikasi tersebut, DDTC juga memberikan tantangan khusus. Peserta terpilih dengan tulisan terbaik akan mendapat kesempatan berangkat ke Mumbai, India, untuk mengikuti konferensi internasional.
“Setelah dari sini, kita kasih waktu seminggu. Kumpulkan tulisan terbaik. Bagi yang terpilih, welcome to Mumbai,” ujar Darussalam.
Pembina Tax Center PKN STAN Supriyadi berharap kunjungan ke DDTC tidak hanya menjadi studi banding. Selain belajar mengenai riset dan penulisan artikel perpajakan, kunjungan ini diharapkan menghasilkan output secara langsung.
Menurutnya, kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan riset dan publikasi dengan melibatkan mahasiswa, dosen, maupun praktisi. Mahasiswa juga dapat didorong untuk memetakan area riset perpajakan yang relevan dengan perkembangan terkini.
“Ada banyak area riset yang bisa dipetakan dan dikembangkan bersama. Harapannya, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang bisa dipublikasikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada DDTC yang senantiasa memberikan dukungan penuh,” kata Supriyadi.
Adapun materi mengenai riset perpajakan disampaikan oleh Perpajakan DDTC Lead Made Astrin Dwi Kartini. Dalam sesi tersebut, Astrin memperkenalkan proses riset di bidang perpajakan, termasuk bagaimana menemukan sumber yang relevan dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung riset.
Astrin juga memberikan live demo platform Perpajakan DDTC. Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan dengan sumber dan fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menelusuri informasi perpajakan yang terus berkembang.
Selanjutnya, Chief Editor DDTCNews Kurniawan Agung Wicaksono membawakan materi mengenai penulisan artikel pajak. Sesi tersebut terdiri atas pemaparan materi, diskusi, dan praktik menulis.
Kurniawan menjelaskan cara mengembangkan hasil riset dan kajian menjadi artikel populer yang lebih mudah dipahami masyarakat. Peserta juga diajak memahami cara menemukan ide, menentukan sudut pandang, dan mengemas isu perpajakan menjadi tulisan yang menarik serta relevan.
Dalam kesempatan tersebut, Kurniawan membagikan berbagai tips dan trik menulis artikel pajak kepada peserta. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani menuangkan gagasan mengenai isu perpajakan dalam bentuk tulisan dan mempublikasikannya, termasuk melalui kanal opini DDTCNews.
Dorongan tersebut kemudian dipraktikkan secara langsung. Pada sesi praktik, peserta mencoba mengolah isu perpajakan menjadi artikel populer dengan menerapkan tips dan teknik penulisan yang telah disampaikan.
Kegiatan company visit ini diikuti 54 mahasiswa anggota Tax Center dan PUSPA PKN STAN dengan didampingi Supriyadi dan Pembina PUSPA PKN STAN Primandita.
Dalam kesempatan tersebut, DDTC secara simbolis memberikan 1 buku Konsep dan Aplikasi Pajak Penghasilan Edisi Kedua dan 1 buku Konsep dan Studi Komparasi Pajak Pertambahan Nilai Edisi Kedua kepada Supriyadi dan Primandita.
Antusiasme peserta juga diapresiasi melalui doorprize eksklusif berupa 10 buku Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda: Panduan, Interpretasi, dan Aplikasi (Edisi Kedua) dan 10 buku Transfer Pricing: Ide, Strategi, dan Panduan Praktis dalam Perspektif Pajak Internasional (Edisi Kedua - Vol 2) bagi mahasiswa yang aktif bertanya dan berdiskusi.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi office tour. Para peserta diajak melihat DDTC Library, area DDTC Academy, dan DDTC Cafetaria untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja serta aktivitas para profesional DDTC sehari-hari.
Kegiatan company visit PUSPA dan Tax Center PKN STAN sekaligus menjadi bagian dari upaya DDTC untuk mendekatkan praktik profesional di bidang perpajakan dengan lingkungan akademik. Hingga saat ini, DDTC telah menjalin kerja sama pendidikan dengan 40 perguruan tinggi di Indonesia.

Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya DDTC untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan, praktik, dan perkembangan terkini di bidang perpajakan. (dik)
