JAKARTA, DDTCNews - Sebanyak 11 mahasiswa dengan artikel terpilih mengikuti final presentation round DDTC-PKN STAN Tax Writing Challenge pada Selasa (29/9/2026). Adapun 2 pemenang akan diterbangkan DDTC ke India untuk mengikuti konferensi pajak internasional.
Seperti diketahui, DDTC-PKN STAN Tax Writing Challenge merupakan tindak lanjut dari kunjungan (company visit) Pusat Studi Perpajakan (PUSPA) dan Tax Center PKN STAN ke Menara DDTC pada Sabtu (12/9/2026). Kesebelas mahasiswa tersebut terpilih dari 32 peserta yang mengirimkan artikel.
Diselenggarakan secara online, dalam babak final ini mereka mempresentasikan ide dan gagasan yang telah dituangkan dalam artikel. Dipandu Corporate Communication Lead DDTC Idznila Shabrina, para peserta secara bergantian melakukan presentasi dalam bahasa Inggris.
Sebelum peserta melakukan presentasi, Chief Editor DDTCNews Kurniawan Agung Wicaksono yang mewakili tim juri mengapresiasi para mahasiswa PKN STAN yang telah mengirimkan artikel. Secara umum, artikel-artikel terpilih memperlihatkan pendekatan yang berangkat dari masalah konkret perpajakan.
“Kalau kata Founder DDTC Pak Darussalam, artikel teman-teman adalah wujud action. Ingat pesan penting, yakni baca, tulis, publikasi. Ada identifikasi masalah, argumentasi, dan rekomendasi. Arahnya sudah tepat, tapi menulis itu memang harus terus diasah,” ujar Kurniawan.
Dari 11 peserta tersebut, juri akan memilih 2 pemenang sebagai delegasi DDTC dalam FIT Annual Taxation Conference 2026 di Four Seasons, Mumbai India. Mereka dengan sejumlah profesional DDTC akan berada di India selama 5 hari. Pengumuman pemenang dijadwalkan hari ini, Rabu (30/9/2026).
Adapun 2 orang pemenang ditentukan berdasarkan pada penilaian artikel (dengan bobot 65%) dan penilaian presentasi (dengan bobot 35%). Keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Adapun 11 artikel yang masuk babak final dipastikan akan turut ditayangkan di DDTCNews. Selain itu, sejumlah artikel lain yang dinilai layak tayang oleh dewan juri juga akan dipublikasikan. Publikasi artikel-artikel terpilih akan dilakukan setelah pengumuman pemenang.
Dalam babak final ini, Kurniawan menyoroti beragamnya isu yang diangkat kesebelas peserta. Salah satu isu mencakup aspek kepastian hukum dan pergeseran orientasi menuju pencegahan sengketa. Ada pula yang membahas advance ruling agar wajib pajak dapat memperoleh kepastian sejak awal.
Isu perpajakan internasional juga menjadi perhatian. Salah satu artikel mengulas relevansi tax holiday berbasis laba setelah berlakunya global minimum tax. Artikel lainnya mengangkat pelaporan crypto-asset reporting framework (CARF).
Persoalan pajak karbon juga diulas. Terkait dengan topik ini, ada peserta yang membahas penundaan pajak karbon domestik di tengah implementasi carbon border adjustment mechanism (CBAM) dan implikasinya terhadap daya saing serta fiskal.
Topik lain yang dibahas mencakup risiko kesalahan artificial intelligence (AI) dalam layanan perpajakan, evaluasi insentif pajak berdasarkan konsep additionality, redesain pembebasan PPN atas daging, gender-responsive taxation, hingga procedural justice untuk mendorong cooperative compliance.
Keragaman tersebut menunjukkan persoalan perpajakan dapat dilihat dari berbagai perspektif, mulai dari kepastian hukum, desain insentif, perpajakan internasional, lingkungan, teknologi, hingga keadilan dalam kebijakan pajak.
Meski demikian, proses penilaian juga menunjukkan masih adanya ruang pengembangan. Pada sejumlah artikel, rekomendasi masih perlu dibuat lebih operasional, hubungan antara masalah dan solusi perlu diperkuat, ataupun tesis utama perlu dipertajam agar argumentasi tetap fokus.
Turut hadir dalam babak final ini Ketua Tax Center PKN STAN Supriyadi, Pembina PUSPA Primandita Fitriandi, dan Sekretaris Tax Center Nina Sabnita. Supriyadi mengucapkan terima kasih kepada DDTC atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa PKN STAN.
“Kami sangat berterima kasih pastinya dengan DDTC. Salam hormat buat Pak Darussalam. Kami pun ikut belajar, terus terang, menggali ide sampai tulisan,” katanya.
Dia juga mengapresiasi para mahasiswa yang telah berupaya memberikan yang terbaik dalam menulis artikel dan mempresentasikannya. Primandita mengatakan ajang ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi mahasiswa. Terlebih, dia dapat melihat secara langsung kiprah mahasiswa PKN STAN dalam penulisan artikel perpajakan.
“Anda hebat-hebat semua. Siapa pun nanti yang berangkat kita semangatin dan juga membawa nama DDTC dan PKN STAN ya. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Bagi yang tidak berangkat tetap harus semangat. DDTC sudah memberikan mulai dari pelatihan menulis sampai dengan kesempatan seperti ini, luar biasa,” ujarnya.
Nina juga mengaku bangga dengan para mahasiswa PKN STAN. Dia bercerita kesempatan seperti ini belum tersedia pada masanya. Untuk itu, dia berpesan agar seluruh mahasiswa tetap semangat, baik yang terpilih sebagai pemenang maupun tidak.
“Siapa pun yang terpilih, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya dari para ahli di luar sana dan tentu saja nanti harus kontribusi lagi ya ke PKN STAN, supaya bisa sharing knowledge lagi ke teman-teman, baik mahasiswa maupun dosen yang ada di kampus,” ungkapnya. (kaw)
