Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Komunitas
Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 17:30 WIB
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Senin, 10 Mei 2021 | 10:18 WIB
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Reportase
Perpajakan.id

Kolaborasi dengan LPEI, DJBC Gencarkan Asistensi Ekspor untuk UMKM

A+
A-
0
A+
A-
0
Kolaborasi dengan LPEI, DJBC Gencarkan Asistensi Ekspor untuk UMKM

Ilustrasi. Perajin memeriksa kualitas gitar yang selesai diproduksi di rumah produksi Secco Guitar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021). Secco Guitar yang menjual berbagai jenis gitar akustik dengan harga Rp4 juta hingga Rp70 juta per unit tersebut telah menembus pasar ekspor ke Australia, Jepang, Amerika, Jerman, Singapura dan malaysia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan menggencarkan asistensi ekspor untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi untuk mempercepat pemulihan ekspor.

Kepala Seksi Humas DJBC Sudiro mengatakan DJBC berupaya meningkatkan kemampuan ekonomi pelaku usaha dalam melakukan ekspor. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggencarkan asistensi ekspor untuk pelaku UMKM.

"Kerja sama yang baik antara Bea Cukai dan LPEI diharapkan dapat membuka jembatan bagi industri kecil menengah untuk melebarkan sayap ke kancah internasional dengan memanfaatkan fasilitas yang pemerintah berikan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Begini Strategi DJBC

Sudiro mengatakan DJP bersama LPEI telah mulai mengasistensi UMKM untuk dapat mengekspor produknya, termasuk menyosialisasikan berbagai fasilitas kepabeanan dan produk-produk LPEI yang dapat dimanfaatkan oleh eksportir atau calon eksportir.

Dia meyakini kerja sama tersebut dapat mendorong daya saing produk Indonesia di pasar global. Apalagi, LPEI juga ditugaskan untuk memberikan dukungan akses pembiayaan ekspor yang dapat mengakomodir hambatan-hambatan yang dihadapi UMKM.

Salah satu program kerja LPEI yang didukung DJBC yaitu Coaching Program for New Exporter (CPNE). Program itu berupa pelatihan dan pendampingan khusus bagi pelaku UMKM berorientasi ekspor selama satu tahun atau dalam periode tertentu.

Baca Juga: Pengecualian PPN dan Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Jadi Terpopuler

DJBC memberikan materi pelatihan mencakup perizinan, tata cara ekspor, serta ketentuan mengenai kode barang (HS Code) ekspor dan harga barang ekspor. CPNE telah dilaksanakan Jateng, Jabar, dan Jatim dengan kolaborasi antara LPEI, Kanwil Bea Cukai, Kanwil Ditjen Pajak, dan pemda.

"DJBC tak lelah untuk bersinergi dengan stakeholder dalam rangka mendukung upaya PEN bersama UMKM sehingga dapat melakukan ekspor untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global," ujar Sudiro. (rig)

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Pajak dan Kepabeanan, Dua Instansi Ini Dilebur
Topik : djbc, asistensi ekspor, UMKM, pembiayaan, LPEI, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Minggu, 16 Mei 2021 | 15:01 WIB
THAILAND
Minggu, 16 Mei 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SRAGEN
Minggu, 16 Mei 2021 | 13:01 WIB
PAJAK KENDARAAN
Minggu, 16 Mei 2021 | 12:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 16 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK DAERAH
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:01 WIB
KOTA DEPOK
Minggu, 16 Mei 2021 | 08:01 WIB
EDUKASI PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 07:01 WIB
HASIL AUDIT BPKP
Minggu, 16 Mei 2021 | 06:01 WIB
ROKOK ILEGAL